(Vibiznews – Commodity) – Kenaikan harga minyak sawit atau CPO acuan dunia berlanjut menuju posisi tertinggi dalam 4 bulan lebih pada akhir perdagangan bursa komoditas Malaysia hari Kamis (12/3/2026) di tengah melemahnya ringgit, penguatan minyak nabati di pasar Dalian dan Chicago, dan lonjakan harga minyak mentah.
Harga minyak sawit yang banyak diperdagangkan yaitu kontrak berjangka bulan Mei 2026 ditutup naik 0,93% menjadi sekitar MYR4.541, setelah sempat berada di posisi MYR4.628.
Kenaikan harga minyak sawit atau CPO hari ini juga oleh optimisme ekspor dengan para surveyor kargo melaporkan pengiriman 1-10 Maret melonjak antara 37,9%-45,3% dari Februari.
Data pasokan juga memperkuat momentum, karena persediaan Februari turun 3,9% ke level terendah empat bulan sebesar 2,70 juta ton, sementara produksi minyak sawit mentah anjlok 18,6% menjadi 1,28 juta ton.
Dari sisi permintaan juga meningkat, impor Februari pembeli utama India naik 10,1% menjadi 844.000 ton, tertinggi dalam enam bulan, dengan diskon besar dibandingkan minyak saingan.
Sementara itu diberitakan pemerintah Indonesia mempercepat uji jalan untuk campuran biodiesel B50, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi guncangan pasokan minyak mentah yang terkait dengan ketegangan di Timur Tengah.



