(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Senin sore ini (16/3), terpantau merosot 114,924 poin (1,61%) ke level 7.022,288 setelah dibuka turun ke level 7.021.274.
IHSG bergerak bearish ke sekitar 8 bulan lebih terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed di tengah naiknya lagi harga minyak dunia ke sekitar $100 per barrel dan berlanjutnya eskalasi perang Iran, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan kembali dalam koreksi.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah 0,27% atau 45 poin ke level Rp 16.985, dengan dollar AS di pasar uang Eropa terkoreksi setelah rally kuat 4 hari di sesi global sebelumnya; tertahan dari posisi sekitar 10 bulan terkuatnya di tengah investor memilih dollar sebagai safe haven oleh melejitnya lagi harga minyak yang menekan euro.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.940, serta terpantau bearish di hari keempat ke rekor terendahnya sepanjang sejarah, menjelang rilis BI Rate dari Bank Indonesia besok.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 115,938 poin (1,62%) ke level 7.021.274. Sedangkan indeks LQ45 turun 26,240 poin (3,49%) ke level 724,950. Siang ini IHSG merosot 97,806 poin (1,37%) ke level 7.039,406. Sementara LQ45 terlihat turun 4,56% atau 34,270 poin ke level 716,920.
IHSG kemudian turun agak landai dan ditutup tergelincir 114,924 poin (1,61%) ke level 7.022,288. Sementara LQ45 terlihat turun 3,04% atau 22,170 poin ke level 706,160. Tercatat saat ini sebanyak 180 saham naik, 542 saham turun dan 98 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang merosot 0,13%, dan Hang Seng yang naik 1,45%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini masih bearish ke posisi terendahnya sejak Juli tahun lalu, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed di tengah naiknya lagi harga minyak dunia ke sekitar $100 per barrel dan berlanjutnya perang Iran, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan kembali dalam koreksi.
Berikutnya IHSG kemungkinan masih di area bearish menjelang libur panjang, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.765 dan 8.098. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,907 dan bila tembus ke level 6,838.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



