IHSG Senin Pagi Merosot 2,9% ke Level 6.933; Bearish di 8 Bulan Terendahnya, Tekanan Negatif Global

79
ihsg
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin pagi ini (16/3), terpantau merosot tajam 203,855 poin (2,86%) ke level 6.933,357 setelah dibuka turun ke level 7.021.274.

IHSG bergerak bearish ke sekitar 8 bulan lebih terendahnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed bias melemah di tengah naiknya lagi harga minyak dunia ke sekitar $100 per barrel dan berlanjutnya eskalasi perang Iran, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan kembali dalam koreksi.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini menguat terbatas 0,06% atau 11 poin ke level Rp 16.929, dengan dollar AS di pasar uang Asia terkoreksi setelah rally kuat 4 hari di sesi global sebelumnya; tertahan dari posisi sekitar 10 bulan terkuatnya di tengah investor memilih dollar sebagai safe haven oleh melejitnya lagi harga minyak yang menekan euro.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.940, serta terpantau masih bergerak terbatas setelah terkoreksi 3 hari.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 115,938 poin (1,62%) ke level 7.021.274. Sedangkan indeks LQ45 turun 26,240 poin (3,49%) ke level 724,950. Pagi ini IHSG merosot 203,855 poin (2,86%) ke level 6.933,357. Sementara LQ45 terlihat turun 3,04% atau 22,170 poin ke level 706,160.

Tercatat saat ini sebanyak 85 saham naik, 565 saham turun dan 80 saham stagnan.

Sementara itu, bursa Wall Street ditutup pada akhir pekan lalu dengan lanjut terkoreksi di tengah volatilitas harga minyak mentah dunia yang kembali di sekitar $100 per barrel sementara militer Amerika menyerang Kharg Island yang merupakan pusat produksi minyak Iran. Dow Jones berakhir turun 0,26%, S&P 500 melemah 0,61%, serta Nasdaq berkurang 0,93%. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau bias melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 1,07%, dan Hang Seng yang turun 0,3%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini berlanjut bearish ke terendahnya sejak Juli tahun lalu, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed bias melemah di tengah naiknya lagi harga minyak dunia ke sekitar $100 per barrel dan berlanjutnya perang Iran, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan kembali dalam koreksi.

Berikutnya IHSG kemungkinan bertahan di zona merah dan berupaya mengurangi loss, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.765 dan 8.098. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,907 dan bila tembus ke level 6,838.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group