IHSG Senin Siang Merosot 1,4% ke Level 7.039; Bursa Asia Mixed, Minyak Naik ke Sekitar $100

81
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin siang ini (16/3), terpantau merosot signifikan 97,806 poin (1,37%) ke level 7.039,406 setelah dibuka turun ke level 7.021.274.

IHSG bergerak bearish ke sekitar 8 bulan lebih terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah di tengah naiknya lagi harga minyak dunia ke sekitar $100 per barrel dan berlanjutnya eskalasi perang Iran, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan kembali dalam koreksi.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,24% atau 40 poin ke level Rp 16.980, dengan dollar AS di pasar uang Asia terkoreksi setelah rally kuat 4 hari di sesi global sebelumnya; tertahan dari posisi sekitar 10 bulan terkuatnya di tengah investor memilih dollar sebagai safe haven oleh melejitnya lagi harga minyak yang menekan euro.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.940, serta terpantau terkoreksi di hari keempat ke rekor terendahnya sepanjang sejarah.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 115,938 poin (1,62%) ke level 7.021.274. Sedangkan indeks LQ45 turun 26,240 poin (3,49%) ke level 724,950. Siang ini IHSG merosot 97,806 poin (1,37%) ke level 7.039,406. Sementara LQ45 terlihat turun 4,56% atau 34,270 poin ke level 716,920.

Tercatat saat ini sebanyak 166 saham naik, 537 saham turun dan 116 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed bias melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 0,69%, dan Hang Seng yang naik 1,32%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini berlanjut bearish ke posisi terendahnya sejak Juli tahun lalu, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah di tengah naiknya lagi harga minyak dunia ke sekitar $100 per barrel dan berlanjutnya perang Iran, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan kembali dalam koreksi.

Berikutnya IHSG kemungkinan bertahan di zona merah dan agak melandai, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.765 dan 8.098. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,907 dan bila tembus ke level 6,838.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group