Market Focus 16-20 Maret 2026: Perang Timur Tengah dan Kebijakan Moneter Bank Sentral Dunia

131
iran

(Vibiznews – Economy) – Fokus investor pada pekan ketiga bulan Maret (16-20 Maret) masih akan memantau kondisi perang di Timur Tengah dan dampaknya terhadap pasokan energi selain momen kebijakan moneter bank sentral dunia.

Bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserves akan menjadi sorotan  pada pertemuan kedua terakhir Ketua JeromePowell dalam masa jabatannya.

Selain Federal Reserve, beberapa bank sentral negara-negara besar lainnya juga akan melakukan yang sama seperti  ECB (kawasan euro), BoJ (Jepang), BoE (Inggris), SNB (Swiss), RBA (Australia), BoC (Canada), dan Sveriges Riksbank (Swedia), PBoC (Tiongkok), BCB (Brasil), dan CBR (Rusia).

Pekan ini juga akan menampilkan kalendar ekonomi penting  meliputi data PPI AS dan produksi industri, neraca perdagangan Zona Euro, tingkat pengangguran Inggris dan Australia. Selain itu, Tiongkok akan merilis produksi industri, penjualan ritel, tingkat pengangguran, harga perumahan, dan investasi aset tetap.

Pasar Amerika Serikat

  • Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan suku bunga dana federal tetap stabil di 3,50%-3,75%, dengan perhatian pasar terfokus pada proyeksi ekonomi FOMC yang diperbarui dan konferensi pers Ketua Jerome Powell. Investor akan mencari panduan tentang bagaimana Fed memandang risiko inflasi di tengah ketegangan AS-Iran, yang telah mengganggu rantai pasokan minyak global, dan implikasinya terhadap kebijakan moneter di masa mendatang.
  • Untuk rilis data PPI dan produksi industri bulan Februari, harga produsen diperkirakan naik 0,3%, turun dari kenaikan 0,5% pada Januari, sementara output industri diperkirakan meningkat 0,2%, setelah kenaikan kuat 0,7% pada Januari.
  • Data penjualan rumah yang tertunda kemungkinan akan terus menurun, sementara indeks manufaktur regional termasuk Indeks Manufaktur NY Empire State dan Philadelphia Fed, diperkirakan akan melemah. Rilis penting lainnya termasuk penjualan rumah baru, pesanan pabrik, arus modal, Indeks Pasar Perumahan NAHB, dan persediaan grosir.
  • Perhatian juga akan tertuju pada konferensi GTC tahunan Nvidia, yang mungkin memberikan wawasan lebih lanjut tentang masa depan AI.

Inggris

  • Bank of England (BoE) juga diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah di 3,75%, meskipun pasar saat ini memperkirakan penurunan menjadi 3,50%, kemungkinan pada bulan April atau Juni.
  • Terdapat juga rilis data tingkat pengangguran yang diperkirakan akan tetap stabil di 5,2%, sementara pertumbuhan upah kemungkinan melambat.
  • Data yang cukup diperhatikan oleh BoE adalah data pinjaman sektor publik juga diperkirakan telah mereda.

Eurozone

  • Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga utamanya tidak berubah, dengan suku bunga deposito diperkirakan tetap di 2%. Investor akan mencari petunjuk tentang prospek untuk sisa tahun ini, karena pasar mengantisipasi ECB dapat menaikkan biaya pinjaman di akhir tahun 2026 di tengah kekhawatiran tentang dampak ekonomi dari konflik yang melibatkan Iran dan kenaikan inflasi yang dipicu oleh sektor energi. Bank of England juga diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah di 3,75%, meskipun pasar saat ini memperkirakan penurunan menjadi 3,50%, kemungkinan pada bulan April atau Juni.
  • Dari sisi data ekonomi, indeks Sentimen Ekonomi ZEW Jerman diperkirakan akan turun tajam di tengah meningkatnya konflik dengan Iran.
  • Rilis lainnya ada data  inflasi zona euro final, pertumbuhan upah, data neraca transaksi berjalan dan perdagangan, harga produsen Jerman, serta neraca perdagangan Italia.

Pasar Asia Pasifik

Pekan ini fokus pada kebijakan moneter bank sentral negara-negara utama seperti BOJ, PBoC dan RBA;

  • Di Tiongkok, Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) akan mengumumkan suku bunga pinjaman utama satu dan lima tahunnya. Untuk data ekonomi ada data produksi industri kemungkinan telah meningkat 5,1% dalam dua bulan pertama tahun ini, juga data pengangguran, investasi aset tetap, dan harga rumah. Selain itu, Wakil Perdana Menteri Tiongkok He Lifeng akan bertemu dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent di Prancis pada 15-16 Maret untuk membahas masalah perdagangan, menjelang pertemuan antara Presiden Xi Jinping dan Donald Trump di Beijing akhir bulan ini.
  • Di Jepang, Bank Sentral Jepang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga kebijakannya tidak berubah di angka 0,75%. Namun, pelemahan yen dan lonjakan harga minyak telah memicu spekulasi bahwa bank sentral mungkin perlu melakukan perubahan. Ada rilis data penting seperti data perdagangan, dengan defisit negara diperkirakan menyempit tajam pada bulan Februari, sementara pesanan mesin kemungkinan menurun. Survei Reuters Tankan dan angka produksi industri final juga akan dirilis.
  • Di Australia, Reserve Bank of Australia diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, menyusul langkah serupa pada bulan Februari. Data ketenagakerjaan bulan Februari juga akan dirilis, dengan perekonomian diperkirakan menambah sekitar 20.000 pekerjaan, sementara tingkat pengangguran kemungkinan naik menjadi 4,2%.