(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah dunia WTI pada perdagangan komoditas Internasional sesi Asia hari Jumat (20/3/2026) turun kebawah $100 per barel karena meredanya kekhawatiran atas kerusakan lebih lanjut pada infrastruktur energi Timur Tengah.
Presiden AS Donald Trump mengatakan tidak mempertimbangkan untuk mengerahkan pasukan darat di Iran, sementara Menteri Keuangan Scott Bessent menyatakan rezim Iran dapat menghadapi keruntuhan internal dan mencatat bahwa AS sedang menjajaki pencabutan sanksi terhadap minyak Iran.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Israel akan menahan diri dari serangan tambahan terhadap fasilitas energi Iran.
Namun terlepas dari penurunan tersebut, harga berjangka WTI tetap naik sekitar 40% sejak awal konflik, karena gangguan tersebut secara efektif menutup Selat Hormuz dan memaksa produsen regional utama untuk mengurangi produksi secara tajam.
Harga minyak WTI kontrak berjangka bulan Mei 2026 anjlok 1,35% menjadi $94,28 per barel, untuk harga spot turun 1,58% ke posisi 94,06.
Secara teknikal, untuk pergerakan harga minyak WTI selanjutnya diperkirakan akan bertemu kisaran resisten di $96.10 – $99.60 dan kisaran support di $92.70 – $88.10.
Sebagai informasi untuk harga spot minyak mentah acuan dunia atau jenis Brent sedang turun 1,17% menjadi $107,39 per barel.


