Gejolak dari Perang Timur Tengah, Harga Minyak, Hawkish Bank Sentral — Global Market Outlook, 23-27 March 2026

110
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Perang di Timur Tengah yang masih terus berlangsung menimbulkan ketidakpastian dan gejolak pasar investasi global.
  • Harga minyak mentah dunia bertahan tinggi di atas $100 per barrel, pasokan dan lahan produksi energi juga mengalami disrupsi besar.
  • Sejumlah bank sentral global terindikasi hawkish oleh tekanan inflasi yang akan menanjak.
  • US Dollar terkoreksi dari 10 bulan tertingginya, emas tertekan 10% pada minggu ini.
  • Pasar akan monitor data ekonomi pada pekan mendatang yang tidak banyak, antara lain, rilis Initial Jobless Claims pada Kamis malam (WIB) mendatang.

Pasar saham dunia terpantau melemah, harga emas bearish 3 minggu, dan US dollar terkoreksi dari rally sebelumnya.

Minggu berikutnya, isyu prospek ekonomi dan geopolitik global akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Global Market Review and Outlook 23-27 March 2026.

===

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara mingguan melemah dari posisi 10 bulan tertingginya pada pekan lalu, ditekan indikasi hawkish bank-bank sentral global untuk kemungkinan menaikkan suku bunganya di tengah kenaikan harga energi global dampak dari konflik perang Timur Tengah, di mana indeks dolar AS secara mingguan berakhir turun ke 99.50.

Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau menguat ke 1.1570. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1707 dan kemudian 1.1857, sementara support pada 1.1410 dan 1.1391.

Pound sterling minggu lalu terlihat naik ke level 1.3394 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3483 dan kemudian 1.3575, sedangkan support pada 1.3212 dan 1.3095. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir turun ke level 159.20. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 159.90 dan 161.76, serta support pada 157.27 serta level 156.45.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum bias melemah, di tengah pasar yang concern terhadap terus berlanjutnya perang AS-Israel – Iran yang memimbulkan volatilitas dan kenaikan tinggi harga minyak mentah dunia. Nikkei secara mingguan terpantau berakhir melemah ke level 53,372. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 56,620 dan 57,890, sementara support pada level 51,407 dan 50,199. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 25,277. Minggu ini akan berada antara level resistance di 26,118 dan 26,403, sementara support di 24,906 dan 24,372.

Bursa saham Wall Street minggu lalu melemah oleh masih berlanjutnya perang di Timur Tengah dengan Iran terakhirnya juga menyerang lokasi energi di kawasan Teluk Persia. Dow Jones secara mingguan melemah ke level 45,577, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 47,428 dan 48,220, sementara support di level 45,369 dan 44,948. Index S&P 500 minggu lalu turun ke level 6,506.5, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 6,754 dan 6,845, sementara support pada level 6,473 dan 6,443.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau bearish di pekan ketiganya, mencatat minggu terburuknya dalam 15 tahun terakhir, jatuh ke 10 minggu terendahnya, oleh kekhawatiran pasar bahwa perang Timur Tengah akan berdampak negatif pada perekonomian, sehingga harga emas spot secara mingguan merosot ke level $4,496.99 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $5,044 dan berikut $5,238, serta support pada $4,402 dan $4,273.

 

Fluktuasi pasar investasi di tahun ini kelihatannya terus saja bergejolak (volatile), bahkan termasuk relatif tajam. Dinamikanya tidak pernah habis. Bagi yang awam, periode seperti ini, apalagi dengan ketidakpastian geopolitik Timur Tengah hari-hari ini, acapkali mendatangkan salah posisi dan selanjutnya kerugian. Tapi bagi trader yang professional, justru ini periode yang menarik karena berpeluang mendatangkan banyak profit.

Kata kuncinya ada dua untuk memenangkan pasar investasi ini: belajar dan rajin monitor. Keduanya bisa didapat dengan seketika dari vibiznews.com. Terimakasih, semoga sukses investasi Anda bertambah-tambah, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting