Harga Minyak Brent 23 Maret Terus Mendaki Diatas $100 Merespon Ultimatum Trump

112
oil

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah acuan dunia jenis Brent pada perdagangan  kontrak berjangka di pasar komoditas Internasional sesi Asia hari Senin  (23/3/2026) bergerak naik di atas $100 per barel merespon ultimatum Presiden Donald Trump terkait Selat Hormuz.

Presiden  Trump  mendesak Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dengan memperingatkan bahwa ia akan menghancurkan pembangkit listrik utama Iran jika jalur air tersebut tidak dibuka kembali untuk pelayaran pada Senin malam.

Sebagai tanggapan, pihak Iran mengatakan akan menargetkan aset AS dan Israel di seluruh wilayah, termasuk energi, teknologi informasi, dan infrastruktur desalinasi, jika fasilitas energinya sendiri diserang.

Harga minyak telah melonjak sekitar 50% sejak perang Iran dimulai, karena konflik tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda mereda, secara efektif menutup Hormuz dan secara tajam membatasi produksi minyak Timur Tengah

Sementara itu IEA telah memperingatkan bahwa pasar minyak global menghadapi guncangan terbesar yang pernah ada meskipun ada pelepasan cadangan darurat yang substansial dan upaya AS untuk memfasilitasi penjualan minyak Rusia dan Iran.

Harga spot minyak mentah Brent  berada di posisi $111,87 atau turun 0,28%, untuk kontrak berjangka bulan Juni 2026 yang paling banyak diperdagangkan naik 0,70% menjadi $107,14 per barel.

Secara teknikal, untuk pergerakan harga minyak Brent  selanjutnya diperkirakan  akan  bertemu kisaran  resisten di $109.10 – $111.60 dan kisaran support di $104.70 – $100.10.

Sebagai informasi untuk harga spot minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) sedang naik 0,01% menjadi $98,24 per barel.