Market Focus 23-27 Maret 2026: Masih Memantau Kondisi Perang di Teluk Persia

99
teluk

(Vibiznews – Economy) – Fokus investor pada pekan keempat bulan Maret (23-27 Maret) masih akan memantau kondisi perang di Teluk Persia , karena ekspor energi dari kawasan tersebut hampir sepenuhnya terhenti hingga minggu keempat konflik.

Konflik AS-Israel-Iran diperkirakan akan tetap menjadi pendorong utama sentimen pasar, baik di AS maupun global, dengan tetap memfokuskan perhatian pada harga energi dan juga  kekhawatiran inflasi.

Dari laporan ekonomi utama yang akan menjadi perhatian dari survey S&P Global yaitu data flash PMI negara-negara besar setiap kawasan, selain beberapa data penting dari Amerika Serikat seperti indeks kepercayaan konsumen Michigan.

Untuk kebijakan moneter bank sentral dunia, pekan ini akan diriiis beberapa risalah pertemuan komite atau dewan kebijakan bank sentral dari Jepang dan Australia. Juga ada momen pidato beberapa pejabat kebijakan bank-bank sentral regional selain komentar pejabat Fed.

Pasar Amerika Serikat

  • Rilis data ekonomi penting dari S&P Global, baik data PMI sektor jasa dan manufaktur periode bulan Maret akan memberikan gambaran awal aktivitas bisnis, dan harga perdagangan luar negeri bulan Februari, dengan harga impor diperkirakan naik 0,2%, sama dengan kenaikan bulan Januari.
  • Data lain yang perlu diperhatikan termasuk neraca transaksi berjalan kuartal keempat, pengeluaran konstruksi, Indeks Aktivitas Nasional Chicago Fed, indeks manufaktur Richmond Fed dan Kansas Fed, serta pembacaan akhir produktivitas dan biaya tenaga kerja kuartal keempat.
  • Ada juga indeks sentimen konsumen Universitas Michigan untuk bulan Maret yang juga akan dipantau dengan cermat, terutama setelah pembacaan awal menunjukkan tanda-tanda awal ketegangan yang terkait dengan krisis Timur Tengah
  • Dari sisi kebijakan moneter, pekan ini akan ada pidato terkait outlook ekonomi di berbeda tempat dengan pembicara Lisa D, Cook, Michael Barr, Stephen I. Miran danPhilip N. Jefferson.

Inggris

  • Data yang penting untuk Inggris yaitu indeks PMI awal sektor manufaktur yang diperkirakan melambat di Inggris. Sementara itu, sektor jasa diproyeksikan akan mengalami kontraksi lebih lanjut.
  • Ada rilis data inflasi harga konsumen yang diproyeksikan tetap tidak berubah pada 3% di bulan Februari, dengan tingkat inflasi inti tetap stabil di 3,1%.
  • Laporan penjualan ritel utama juga akan dirilis, dengan penjualan diperkirakan turun dari bulan ke bulan setelah dua kali kenaikan berturut-turut.

Eurozone

  • Indeks PMI awal akan dirilis untuk ekonomi  Zona Euro, Jerman, dan Prancis, dimana sektor manufaktur diperkirakan akan mengalami kontraksi di Jerman, Prancis, dan Zona Euro. Untuk sektor jasa diproyeksikan akan mengalami kontraksi lebih lanjut di Prancis dan melambat di Jerman, dan Zona Euro.
  • Di seluruh Zona Euro, sentimen konsumen awal juga diperkirakan akan menurun, menyoroti tren penurunan regional yang lebih luas yang terkait dengan ketegangan geopolitik.
  • Di Jerman, indikator iklim konsumen GfK diperkirakan akan turun ke level terendah dua tahun, sementara Indeks Iklim Bisnis Ifo diperkirakan akan turun ke level terendah 11 bulan, mencerminkan sentimen yang sangat terbebani oleh konflik yang meningkat di Timur Tengah.
  • Di bidang politik, investor akan mengamati dengan cermat pemilihan parlemen Denmark yang mendadak. Perdana Menteri Mette Frederiksen dan Partai Sosial Demokratnya diproyeksikan akan memberikan hasil terlemah mereka dalam lebih dari satu abad, namun ia diperkirakan masih akan tetap berkuasa setelah pemungutan suara yang dibayangi oleh dorongan baru Presiden AS Trump untuk mengendalikan Greenland.

Pasar Asia Pasifik

Pekan ini fokus pada beberapa rilis data ekonomi dan risalah pertemuan kebijakan BOJ dan RBA.

  • Di Tiongkok, kalender data relatif sepi, dengan hanya data laba industri Februari sebagai satu-satunya rilis yang penting.
  • Di Jepang, fokus akan beralih ke data inflasi Februari, dengan inflasi inti tahunan diperkirakan akan turun menjadi 1,7% dari 2%. Untuk laporan PMI, di mana aktivitas manufaktur diperkirakan hanya melambat sedikit. Pasar juga akan memperhatikan risalah pertemuan bank sentral Januari.
  • Di Australia, selain risalah pertemuan RBA juga terdapat data inflasi Februari  menyusul kenaikan suku bunga kedua berturut-turut oleh Reserve Bank of Australia di tengah tekanan harga yang terus berlanjut, dengan suku bunga utama diperkirakan akan bertahan di 3,8%.