(Vibiznews – Forex) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump diberitakan banyak media memerintahkan Departemen Perang untuk menahan serangan militer ke Iran selama 5 hari pada hari Senin (23/3/2026).
Perintah tersebut menyusul pernyataan Trump pada Truth Social yang menyebutkan telah terjadi pembicaraan konstruktif dengan Iran selama dua hari terakhir yang bertujuan untuk menyelesaikan konflik, dengan diskusi yang akan berlanjut minggu ini.
Pengumuman tersebut meredakan kekhawatiran pasokan langsung setelah meningkatnya ketegangan terkait dengan tenggat waktu AS bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur penting untuk pengiriman minyak global.
Merespon perintah Trump tersebut, terjadi perubahan tren harga di pasar komoditas dan juga pasar forex pada perdagangan sesi Eropa hari ini.
Dipasar forex, posisi indeks dolar terkoreksi dari penguatan sesi sebelumnya di 99,95 ke kisaran 99,25 atau telah turun 0,17%. Terhadap rival utamanya, posisi dolar AS masih mixed dengan poundsterling rebound ke 1.3432 dari kisaran 1.3258.
Di pasar komoditas, terpantau harga emas yang pada sesi Asia anjlok parah ke kisaran terendah 4 bulan di $4098,68 berbalik arah dan kini berada di kisaran $4444,47 per troy ons.
Untuk harga minyak mentah yang menjadiu pusat perhatian pasar beberapa pekan terakhir, terpantau anjlok cukup signifikan hingga 6% lebih.
Lihat: Harga Minyak WTI Anjlok ke Bawah $100 Merespon Perintah Trump Menahan Serangan ke Iran



