(Vibiznews – Commodity) – Perdagangan komoditas minyak sawit atau CPO acuan dunia di Malaysia kembali dibuka setelah libur Idul Fitri dan berakhir merosot cukup signifikan pada hari Selasa (24/3/2026) terguncang oleh melemahnya minyak nabati di pasar Dalian-Tiongkok.
Harga minyak sawit yang banyak diperdagangkan yaitu kontrak berjangka bulan Mei 2026 ditutup anjlok 1,67% menjadi sekitar MYR4.542, setelah sempat berada di posisi MYR4.601.
Sentimen di bursa juga menjadi hati-hati, dengan pasar minyak nabati global diperkirakan akan tetap bergejolak.
Meskipun gangguan energi di Timur Tengah telah meningkatkan ekspektasi permintaan biodiesel, minat beli dari importir utama tidak merata, mengaburkan prospek yang lebih luas.
Namun pelemahan dibatasi oleh melemahnya ringgit dan ekspektasi bahwa produsen utama Indonesia mungkin akan menaikkan pajak ekspor minyak sawitnya pada bulan April.
Sementara itu, data terbaru menyoroti peningkatan permintaan ekspor, dengan surveyor kargo memperkirakan pengiriman 1–15 Maret melonjak 43,5%–56,9% secara bulanan, didukung oleh pembelian selama musim perayaan.
Di India, konsumen terbesar di dunia, impor minyak sawit naik 11% pada bulan Februari ke level tertinggi enam bulan, dibantu oleh diskon harganya dibandingkan dengan minyak saingan.



