(Vibiznews – Commodity) – Merosotnya harga emas dunia berlanjut di kisaran terendah 11 pekan pada perdagangan sesi Asia hari Selasa (24/3/2026) di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Harga emas merosot hingga ke kisaran $4300 karena Iran membantah telah mengadakan pembicaraan dengan AS untuk mengakhiri konflik sehingga memicu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Iran menolak pengumuman Presiden Donald Trump sebagai upaya untuk memengaruhi pasar keuangan dan melancarkan serangan baru terhadap target AS, sementara Israel melanjutkan serangan terhadap Iran.
Pada hari Senin, harga emas mengalami rebound tajam setelah Trump menunda serangan AS yang direncanakan terhadap infrastruktur energi Iran dan mengklaim negosiasi sedang berlangsung.
Hasil dari setiap pembicaraan dan potensi pembukaan kembali Selat Hormuz tetap sangat tidak pasti, sehingga risiko inflasi tetap tinggi.
Harga emas telah anjlok hingga 25% dari puncaknya pada bulan Maret karena kenaikan harga energi memicu kekhawatiran inflasi dan meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga.
Lihat: Forex Dolar AS 24 Maret 2026: Pulih Kembali Karena Penolakan Iran
Harga emas spot pada sesi perdagangan Asia terkini anjlok 1,62% ke $4339,39 demikian untuk harga emas comex kontrak bulan April 2026 bergerak lemah yang anjlok 1,80 % ke $4328,10.
Untuk pergerakan selanjutnya, harga emas secara teknikal diperkirakan akan menghentikan tren bearish dengan kini berada di posisi $4345,03 yang turun ke $4210, jika tembus meluncur ke support kuat di S1.
Namun jika tidak mencapai $4170 berpotensi berbalik arah dan naik kembali menuju posisi $4488,10. Dan jika tembus lanjut mendaki ke resisten kuatnya di R1 setelah berhasil melewati $4580.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 5033,26 | 4784,65 | 4595,90 | 4347,30 | 4158,54 | 3908,93 | 3721,18 |



