(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD konsolidasi di bawah posisi tertinggi dalam 2 pekan pada perdagangan forex Eropa hari Rabu (25/3/2026) setelah merosot cukup jauh di sesi Asia.
Poundsterling masih dalam bias positif karena harapan de-eskalasi konflik Timur Tengah, dengan laporan yang menunjukkan Washington mengusulkan rencana perdamaian 15 poin kepada Teheran setelah potensi gencatan senjata satu bulan.
Iran menolak keterlibatan dalam negosiasi, dengan menyatakan tidak ada yang bisa mempercayai diplomasi AS.
Dari laporan ekonomi, data inflasi Inggris Februari menunjukkan harga konsumen tidak berubah pada 3%, sesuai dengan perkiraan, sementara CPI inti naik menjadi 3,2%, sedikit di atas perkiraan 3,1%.
Namun data-data tersebut, yang mendahului konflik Timur Tengah, memiliki sedikit dampak pasar. Investor kini memperkirakan hanya dua kenaikan suku bunga Bank of England hingga akhir tahun, turun dari perkiraan sebelumnya yaitu tiga, karena penurunan harga minyak mengurangi kekhawatiran atas tekanan inflasi akibat tingginya biaya energi.
Secara teknikal, pair sedang bergerak di area support untuk kedua kalinya menuju posisi support kuat dan menurut analyst Vibiz Research Center pair akan berbalik arah dalam jangka pendek.
Kini pair berada di posisi 1.3394 yang sedang turun menuju posisi terendah 1.3369, jika tembus lanjut ke support lemahnya di S2.
Namun jika tidak sampai tembus 1.3360 akan berbalik arah dan mendaki menuju posisi tertinggi 1.3435, jika tembus berpotensi lanjut ke resisten kuatnya di R1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3548 | 1,3497 | 1,3454 | 1.3403 | 1.3368 | 1.3312 | 1.3367 |



