(Vibiznews-Forex) – Posisi yen Jepang dalam pair USDJPY lanjutkan pelemahan pada perdagangan forex sesi Asia hari hari Rabu (25/3/2026), membalikkan sedikit posisi pembukaan yang positif di tengah penguatan dolar AS.
Penguatan Yen di awal sesi disupport oleh laporan hawkish risalah pertemuan BOJ bulan Januari, dimana seorang pejabat mencatat bahwa meskipun kenaikan suku bunga dapat membebani konsumsi, dampak sistem keuangan kemungkinan akan tetap terkendali.
Para pembuat kebijakan sepakat bahwa dengan suku bunga riil yang masih sangat negatif, kenaikan suku bunga lebih lanjut akan tepat jika proyeksi ekonomi dan inflasi terpenuhi.
Sebagian besar anggota juga menekankan pendekatan yang fleksibel, lebih menyukai keputusan pada setiap pertemuan daripada berkomitmen pada laju pengetatan yang tetap.
Namun yen kesulitan menarik pembeli yang signifikan dan tetap tertekan di tengah kekhawatiran bahwa lonjakan harga energi akibat perang dapat melemahkan pertumbuhan ekonomi Jepang.
Selain itu, ketidakpastian geopolitik terus menguntungkan status dolar AS sebagai safe haven yang mendorong pair USDJPY.
Secara teknikal pair USDJPY mendaki menuju posisi resisten kuat dan menurut analyst Vibiz Research Center pair berpotensi mendaki menembus posisi resisten selanjutnya.
Pair kini berada di posisi 158,91 dan sedang naik ke posisi 159.05, jika tembus mendaki ke resisten kuatnya di posisi R1.
Namun jika pair tidak menembus 159.12, berpotensi berbalik turun menuju 158,56, jika tembus lanjut ke support kuatnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 160.18 | 159.62 | 159.12 | 158.68 | 158.18 | 157.74 | 157.25 |



