Rekomendasi Harga Emas 27 Maret 2026 : Memantau Pergerakan Dolar AS dan Perang Timur Tengah

83

(Vibiznews – Commodity) Harga emas berakhir merosot pada hari Kamis terbebani penguatan dolar dan imbal hasil obligasi global yang lebih tinggi.

Harga emas spot berakhir merosot 2,85% pada $4.378,24 per ons.

Harga emas berjangka AS kontrak April 2026 berakhir merosot 3,87% pada $4.376,3 per ons.

Pelemahan harga emas juga akibat lonjakan harga minyak mentah sebesar 4% pada hari Kamis yang meningkatkan ekspektasi inflasi yang dapat membuat bank sentral dunia terus menerapkan kebijakan yang ketat, faktor bearish bagi logam mulia.

Demikian juga kenaikan perkiraan inflasi global tahun ini karena perang di Iran oleh OECD dapat mendorong bank sentral untuk memperketat kebijakan, faktor negatif bagi logam mulia.

Namun logam mulia masih memiliki dukungan sebagai aset safe-haven di tengah kekhawatiran tentang eskalasi perang di Timur Tengah. Axios melaporkan pada hari Kamis bahwa Pentagon sedang mengembangkan opsi militer pukulan terakhir di Iran yang dapat mencakup penggunaan pasukan darat dan pengeboman besar-besaran jika tidak ada kemajuan dalam pembicaraan diplomatik dengan Iran.

Selain itu, Arab Saudi setuju untuk memberikan akses militer AS ke Pangkalan Udara King Fahd, dan UEA menutup rumah sakit dan klub milik Iran.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas akan mencermati pergerakan dolar AS, yang jika menguat akan dapat menekan harga emas. Namun juga akan mencermati perkembangan perang Timur Tengah, yang jika eskalasi perang terus meningkat akan memicu permintaan safe haven, dan dapat menguatkan harga emas.

Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.306-$4.233. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.497-$4.615.

Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.302-$4.228. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.496-$4.616.