Market Focus 30 Maret-3 April 2026: Tanda-tanda De-eskalasi Timur Tengah dan Komentar Pejabat Fed

96

(Vibiznews – Economy) – Fokus investor pada pekan pertama bulan April (30 Maret-3 April 2026) mengamati tanda-tanda de-eskalasi di Timur Tengah karena AS menunda serangannya hingga melewati akhir pekan mendatang.

Penutupan Selat Hormuz terus membebani pasar global karena penghentian ekspor dari kawasan Teluk Persia tersebut mengancam pertumbuhan ekonomi global, terutama karena harga minyak mentah dan kekhawatiran inflasi meningkat.

Fokus utama lainnya mengamati komentar beberapa pejabat Federal Reserve dalam momen yang berbeda untuk mendapatkan wawasan tentang kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat tersebut.

Dari laporan ekonomi utama yang akan menjadi perhatian yaitu data pasar tenaga kerja Amerika Serikat; survey S&P Global yaitu data flash PMI negara-negara besar setiap kawasan serta data inflasi kawasan Eropa.

Untuk kebijakan moneter bank sentral dunia, pekan ini juga akan diriiis beberapa risalah pertemuan komite atau dewan kebijakan bank sentral dari  BoJ, RBA, dan BoC.

Pasar Amerika Serikat

  • Pasar Keuangan Amerika Serikat pekan ini singkat dikarenakan libur  Jumat Agung, baik pasar saham dan juga obligasi tutup.
  • Data laporan pekerjaan bulan Maret yang sangat dinantikan, yang akan dirilis Jumat, akan menjadi sorotan utama. Data NFP  diperkirakan akan meningkat sebesar 48.000, pulih dari penurunan tak terduga sebesar 92.000 pada bulan Februari. Tingkat pengangguran mungkin sedikit meningkat menjadi 4,5%, sementara pendapatan rata-rata per jam diperkirakan akan meningkat sebesar 0,4%, sesuai dengan laju bulan sebelumnya.
  • Rilis penting lainnya seperti data PMI Manufaktur ISM, yang kemungkinan akan menunjukkan ekspansi lagi bulan ini, penjualan ritel (diproyeksikan naik 0,4%), lowongan kerja JOLTs (diperkirakan turun menjadi 6,85 juta), dan neraca perdagangan, yang diperkirakan akan menunjukkan defisit perdagangan yang lebih besar. I
  • Investor juga akan memantau data ketenagakerjaan ADP, harga rumah Case-Shiller, persediaan bisnis, Indeks Manufaktur Dallas Fed, dan PMI Chicago.
  • Dari sisi kebijakan moneter, pekan ini akan ada pidato terkait outlook ekonomi di berbeda tempat.

Inggris

  • Data yang penting untuk Inggris yaitu indeks PMI sektor manufaktur yang diperkirakan sedikit lebih tinggi di Inggris.
  • Selain itu data lainnya seperti data hipotek Inggris, harga rumah Nationwide dan data PDB kuartal keempat terakhir.
  • Untuk kebijakan moneter, akan dirilis risalah pertemuan komite pemangku kebijakan sebelumnya.

Eurozone

  • Fokus akan berpusat pada data inflasi awal Maret di seluruh ekonomi utama Eropa karena investor mengukur dampak konflik Iran terhadap harga, termasuk Zona Euro, Jerman, Prancis, dan Italia.
  • Inflasi Zona Euro juga diperkirakan melonjak menjadi 2,8% dari 1,9% pada Februari, tertinggi sejak Januari 2024. Secara bulanan, inflasi Jerman diperkirakan naik 0,9% dibandingkan 0,3% setahun sebelumnya, Prancis 0,8% dibandingkan 0,2%, dan Italia 0,5% dibandingkan 0,3%.
  • Data pengangguran di Jerman diperkirakan mencapai angka 3 juta, sementara pengangguran Zona Euro diperkirakan tetap stabil di 6,1%.
  • Data PMI kemungkinan akan menunjukkan aktivitas manufaktur yang lebih kuat di Spanyol dan Italia, dengan Italia mengalami ekspansi tercepat sejak awal 2023.
  • Data penjualan ritel di Italia diperkirakan meningkat untuk bulan kedua berturut-turut, sementara produksi industri Prancis mungkin sedikit menurun setelah sebelumnya mengalami peningkatan.

Pasar Asia Pasifik

  • Pekan ini fokus pada beberapa rilis data ekonomi seperti data PMI resmi dan juga risalah pertemuan kebijakan BOJ dan RBA.
  • Di Tiongkok, investor akan fokus  pada data PMI resmi NBS untuk bulan Maret, yang diperkirakan akan menandakan stagnasi di sektor manufaktur dan jasa. Data PMI Manufaktur dan Jasa RatingDog juga diperkirakan akan menunjukkan perlambatan di kedua sektor tersebut.
  • Di Jepang, tingkat pengangguran untuk bulan Maret diproyeksikan tetap stabil di 2,7%, sementara produksi industri kemungkinan telah menurun sebesar 2,1%. Pertumbuhan tahunan dalam penjualan ritel juga diperkirakan telah melambat. Indeks manufaktur Tankan kuartal pertama diperkirakan juga akan sedikit menurun. Selain itu, data CPI Tokyo, Ringkasan Opini Bank Sentral Jepang dari pertemuan Maret, dan PMI S&P Global terakhir untuk bulan Maret juga akan dirilis.
  • Di Australia, akan dirilis data  Industri Ai Group terbaru, bersamaan dengan data izin pembangunan dan perdagangan, dengan surplus perdagangan yang diproyeksikan tetap stabil di sekitar A$2,5 miliar. Bank sentral  Australia (RBA) juga akan menerbitkan risalah dari pertemuan Maretnya, di mana mereka memberikan kenaikan suku bunga kedua berturut-turut.