(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah dunia kembali merosot masuki hari kedua berturut pada perdagangan pasar komoditas internasional sesi New York hari Rabu (1/4/2026) karena harapan akan de-eskalasi konflik dengan Iran yang cepat mulai memudar.
Harga spot minyak Brent berada di posisi $101,59 atau turun 2,02%, untuk kontrak berjangka bulan Juni 2026 yang paling banyak diperdagangkan turun 2,24% menjadi $101,62 per barel.
Demikian Harga spot minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) anjlok 2,05% menjadi $99,59 per barel.
Kenaikan harga minyak WTI dan Brent tersebut merespon laporan Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran sedang mencari gencatan senjata dan Washington akan mempertimbangkannya setelah Selat Hormuz terbuka, bebas, dan aman.
Sebelumnya, Presiden Trump telah menyatakan bahwa AS dapat mengakhiri keterlibatan militernya dalam dua hingga tiga minggu. Namun, pada kenyataannya, Selat Hormuz sebagian besar tetap tertutup, dengan serangan terus berlanjut di seluruh Teluk.
Sebagai informasi, sekitar 25% perdagangan minyak laut global melewati Selat tersebut, dengan sekitar 80% dari aliran tersebut ditujukan untuk pasar Asia.
Untuk pergerakan selanjutnya harga minyak mentah jenis Brent akan bertemu kisaran resisten di 102,30 – 106,10 dan support di 99,70 – 96,10.



