(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Kamis sore ini (2/4), terpantau tergelincir tajam 157,656 poin (2,19%) ke level 7.026,782 setelah dibuka turun ke level 7.132.462.
IHSG bergerak dalam koreksi tajam ke level 2,5 minggu terendah yang dekat dengan posisi 9 bulan terlemahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya melemah di antara pasar mencerna pernyataan Presiden Trump yang ditangkap investor sebagai masih berlanjutnya lagi perang Iran, serta mencermati Wall Street yang berakhir serempak dengan melanjutkan penguatannya.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat 0,15% atau 25 poin ke level Rp 16.990, dengan dollar AS di pasar uang Eropa menanjak naik setelah terkoreksi 2 hari di sesi global sebelumnya; bangkit dari koreksinya di antara fluktuasi berita prospek de-eskalasi perang di Timur Tengah.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.015, serta terpantau berupaya rebound namun masih dekat dengan area rekor terendahnya, setelah rilis data surplus neraca perdagangan Februari 2026 menyempit, walau mencatat surplus selama 70 bulan berturut-turut.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 51,976 poin (0,72%) ke level 7.132.462. Sedangkan indeks LQ45 turun 1,320 poin (0,18%) ke level 725,470. Siang ini IHSG melemah 89,912 poin (1,25%) ke level 7.094,526. Sementara LQ45 terlihat turun 0,99% atau 7,160 poin ke level 719,630.
IHSG kemudian bergerak semakin tertekan dan ditutup merosot 157,656 poin (2,19%) ke level 7.026,782. Sementara LQ45 terlihat naik 1,66% atau 12,100 poin ke level 714,690. Tercatat saat ini sebanyak 177 saham naik, 530 saham turun dan 113 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 2,38%, dan Hang Seng yang turun 0,70%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi tajam ke 2,5 minggu terendah, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya melemah di antara pasar mencerna pernyataan Trump sebagai masih berlanjutnya lagi perang Iran, serta mencermati Wall Street yang berakhir melanjutkan penguatannya.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan masih di area bearish, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.527 dan 7.765. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,917 dan bila tembus ke level 6,838.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



