Harga Minyak Brent Melonjak 5% Lebih Akibat Blokade Selat Hormuz

78

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah dunia melonjak cukup signifikan hingga naik 5% untuk jenis Brent   pada perdagangan pasar komoditas internasional sesi Amerika hari Senin (13/4/2026) setelah Presiden Donald Trump mengumumkan blokade AS terhadap Selat Hormuz.

Pembatasan tersebut hanya akan berlaku untuk kapal yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan Iran mulai pukul 10 pagi Waktu Bagian Timur.

Amerika Serikat menuduh Teheran menolak untuk mengekang ambisi nuklirnya, sementara Iran dilaporkan berupaya menguasai selat tersebut.

Jalur pelayaran utama tersebut secara efektif tetap tertutup sejak konflik dimulai, mendorong kenaikan tajam harga minyak dan gas serta menimbulkan kekhawatiran tentang tekanan inflasi dan pertumbuhan global yang lebih lemah.

Sementara itu, Arab Saudi mengatakan telah memulihkan kapasitas pemompaan penuh melalui pipa Timur-Barat ke Laut Merah, bersamaan dengan produksi dari ladang Manifa.

Data OPEC menunjukkan produksi anjlok tajam pada bulan Maret, didorong oleh penurunan tajam di seluruh produsen utama termasuk Arab Saudi, Irak, UEA, dan Kuwait.

Harga spot minyak Brent  berada di posisi $101,98 atau melonjak 5,22%, untuk kontrak berjangka bulan Juni 2026 yang paling banyak diperdagangkan melonjak 5,12%  menjadi $100,17 per barel.

Demikian Harga spot minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak 5,21% lebih menjadi $101,54 per barel.

Untuk pergerakan selanjutnya harga minyak mentah jenis Brent akan bertemu kisaran resisten di 102,20 – 105,10 dan support di 100,70 – 98,40.