(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Senin siang ini (20/4), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau rebound terbatas, menambah gain dari sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Asia menanjak perlahan setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS siang ini menguat 0,09% atau 15 poin ke level Rp 17.170 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.185. Rupiah terpantau masih dekat level rekor terendahnya yang terakhir.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 17.183 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.184, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp 17.170.
Menguatnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia menanjak perlahan setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya; bergerak rally bertahap di tengah naiknya tensi perang dengan tertutupnya lagi Selat Hormuz, serta investor memilih dollar sebagai safe haven.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini naik ke 98,36, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 98,22.
Sementara itu, IHSG Senin di akhir sesi pertama melemah terbatas 12,425 poin (0,16%) ke level 7.621,579, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed bias melemah, dengan Nikkei terkoreksi dari rekor kemarin, di antara keraguan investor atas perkembangan gencatan senjata yang segera berakhir Selasa depan yang telah mendorong turunnya kembali harga minyak dunia, serta mengikuti Wall Street yang berakhir semalam dengan serempak dalam gain.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini melemah, dengan dollar di pasar Asia beranjak naik. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp17.200 – Rp17.040.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



