(Vibiznews – Index) – Terjadi aksi ambil untung di bursa saham Jepang yang memangkas rekor sebelumnya pada perdagangan hari Kamis (23/4/2026) karena perundingan perdamaian AS-Iran yang terhenti membebani sentimen risiko.
Indeks harian Nikkei retreat dari rally 3 hari berturut dengan anjlok dari kisaran 60000 poin juga akibat lonjakan harga minyak dunia yang membebani fundamental ekonomi Jepang dengan resiko inflasi tinggi.
Selat Hormuz tetap tertutup karena Teheran mempertahankan kendali atas jalur air strategis tersebut, sementara blokade AS terhadap pelabuhan Iran terus berlanjut yang membuat harga energi tetap tinggi dan risiko inflasi tetap menjadi fokus.
Sementara itu, Presiden Donald Trump mengatakan gencatan senjata saat ini akan tetap berlaku tanpa batas waktu karena Washington menunggu proposal perdamaian baru dari Iran.
Indeks harian Nikkei turun 0,68% dan ditutup pada 59179, demikian untuk indeks Topix turun 0,76% menjadi 3.716,38.
Sementara itu untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Juni 2026 turun 1,10% pada posisi 59140.
Pelemahan Nikkei dipimpin oleh Nikon Corporation (-10,63%), Tokyo Electric Power (-6,22%), dan Mitsui Engineering & Shipbuilding (-6,07%).



