(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Kamis siang ini (23/4), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau merosot tajam, menambah loss dari sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Asia menanjak setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS siang ini melemah tajam 0,76% atau 130 poin ke level Rp 17.300 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.170. Rupiah terpantau mencetak rekor intraday terendah yang baru, dan merupakan mata uang terlemah terhadap dollar di kawasan Asia.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 17.174 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.300, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp 17.300.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia menanjak setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya; rally bertahap ke 1,5 minggu tertingginya di tengah ketidakpastian negosiasi perang Iran yang menekan sentimen risiko investor dan kembali mengangkat dollar sebagai safe haven.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini naik ke 98,68, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 98,60.
Sementara itu, IHSG Kamis di akhir sesi pertama melemah 95,646 poin (1,27%) ke level 7.445,966363, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed dengan Kospi dan Nikkei mencetak rekor lalu terkoreksi, di antara harapan dari perpanjangan gencatan senjata perang Iran walau berselimutkan ketidakpastian, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dalam gain yang signifikan.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia pada beranjak naik. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp17.320 – Rp17.094.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



