(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis siang ini (23/4), terpantau melemah cukup signifikan 95,646 poin (1,27%) ke level 7.445,966 setelah dibuka naik ke level 7.555.242.
IHSG bergerak dari dua zona lalu terkoreksi ke 1,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed dengan Kospi dan Nikkei mencetak rekor lalu terkoreksi, di antara harapan dari perpanjangan gencatan senjata perang Iran walau berselimutkan ketidakpastian, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dalam gain yang signifikan.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah tajam 0,76% atau 130 poin ke level Rp 17.300, dengan dollar AS di pasar uang Asia menanjak setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya; rally bertahap ke 1,5 minggu tertingginya di tengah ketidakpastian negosiasi perang Iran yang menekan sentimen risiko investor dan kembali mengangkat dollar sebagai safe haven.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.170, serta terpantau mencetak rekor intraday terendah yang baru, dan merupakan mata uang terlemah terhadap dollar di kawasan Asia.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 13,630 poin (0,18%) ke level 7.555.242. Sedangkan indeks LQ45 naik 1,410 poin (0,19%) ke level 737,380. Siang ini IHSG melemah 95,646 poin (1,27%) ke level 7.445,966. Sementara LQ45 terlihat turun 0,83% atau 6,080 poin ke level 729,890.
Tercatat saat ini sebanyak 227 saham naik, 445 saham turun dan 145 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau bias melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 0,90%, dan Hang Seng yang turun 1,10%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi di hari keempat ke 1,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed dengan Kospi dan Nikkei mencetak rekor lalu terkoreksi, di antara harapan dari perpanjangan gencatan senjata perang Iran, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dalam gain.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan tertahan di zona merah, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.898 dan 8.247. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,118 dan bila tembus ke level 7,019.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



