Inflasi Tahunan Juli AS Melambat; Probabilitas Kenaikan Suku Bunga Menurun

73

(Vibiznews – Economy & Business) Inflasi tahunan AS melambat sesuai perkiraan pada bulan Juli, menurut data penting yang dirilis hari Rabu, 12 Agustus 2026, yang akan dicermati oleh para pengambil kebijakan Federal Reserve untuk menyesuaikan suku bunga.

Dalam periode dua belas bulan hingga Juli, indeks harga konsumen AS melambat menjadi 3,4% dari 3,5% pada bulan Juni, sejalan dengan proyeksi.

Secara bulanan, inflasi kembali naik sesuai perkiraan ke angka 0,1%, setelah sebelumnya sempat turun 0,4%.

Indeks energi—yang menjadi sorotan selama lonjakan harga minyak baru-baru ini akibat konflik terkait Iran—turun 1,5% secara bulanan, meskipun melonjak 14,7% secara tahunan.

Harga bensin, turun 2,9% secara bulanan, mencatatkan penurunan selama dua bulan berturut-turut.

Harga minyak mengalami fluktuasi dalam beberapa minggu terakhir akibat perkembangan yang sering kali bertolak belakang di Timur Tengah; harapan akan penyelesaian jangka panjang untuk membuka kembali Selat Hormuz—jalur air vital bagi pengiriman minyak mentah global yang praktis tertutup selama berbulan-bulan—kerap muncul dan sirna.

Jika tidak memperhitungkan komponen yang fluktuatif seperti energi dan pangan, Inflasi inti naik 0,2% secara bulanan dan 2,5% secara tahunan, keduanya sesuai dengan ekspektasi. Untuk inflasi inti tahunan juga melambat, pada bulan sebelumnya mencapai 2,6%.

Penurunan harga obat-obatan sebagian diimbangi oleh kenaikan tajam harga peralatan audio dan video; kemungkinan mencerminkan tekanan biaya terkait pesatnya pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Muncul kekhawatiran luas bahwa guncangan energi akan memicu gelombang inflasi yang pada gilirannya mendorong The Fed untuk menaikkan suku bunga. Namun, data pasar tenaga kerja bulan Juli yang lebih lemah dari perkiraan telah meredupkan prediksi bahwa pejabat The Fed akan menaikkan suku bunga dalam pertemuan mendatang di bulan September.

Secara teori, menaikkan suku bunga dapat membantu meredam inflasi, meskipun berisiko membebani pasar tenaga kerja dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Spekulasi mengenai keputusan The Fed bulan September masih sulit dipastikan hasilnya dan tampaknya tetap demikian setelah laporan inflasi tersebut dirilis.

Menurut CME FedWatch, para investor kini memperkirakan adanya peluang sekitar 61,9% bahwa The Fed akan memilih untuk mempertahankan suku bunga tetap pada bulan September, sementara 38,1% lainnya mengantisipasi kenaikan sebesar seperempat poin.