Harga Kopi Arabika Rabu Naik Terpicu Gangguan Pasokan Kolombia dan Brasil

32
kopi

(Vibiznews – Commodity) Harga kontrak berjangka kopi arabika di bursa Intercontinental Exchange New York bergerak menguat tajam pada sesi perdagangan hari Rabu, 12 Agustus 2026. Reli kenaikan ini membawa harga arabika melesat ke level tertinggi dalam lima minggu terakhir, memicu anomali arah pasar karena di saat bersamaan harga kopi robusta justru bergerak melemah.

Pergerakan harga kopi arabika hari ini terpantau menguat sebesar 1,04 persen ke level 3,22 dolar AS per pon atau setara 322,85 sen dolar AS per pon. Kontrak acuan untuk pengiriman September 2026 ditutup naik sekitar 3,45 sen dari sesi sebelumnya. Sementara itu, kopi robusta di bursa ICE London justru bergerak berlawanan arah dengan melemah 0,63 persen ke posisi 3.774 dolar AS per metrik ton, akibat naiknya pasokan robusta bersertifikat ke level tertinggi dalam 4,5 bulan terakhir.

Kenaikan agresif pada harga arabika hari ini utamanya dipicu oleh gangguan pasokan mendadak dari negara produsen utama. Pasar arabika merespons kepanikan setelah gempa bumi bermagnitudo 7,4 mengguncang Kolombia pada awal pekan ini. Gempa tersebut merusak infrastruktur di provinsi Caldas dan Risaralda, yang menyumbang 25 persen dari total produksi arabika Kolombia sebagai produsen arabika terbesar kedua di dunia.

Selain kerusakan infrastruktur perkebunan, bencana ini turut melumpuhkan jalur logistik utama ekspor kopi. Perusahaan pelayaran raksasa Maersk melaporkan bahwa operasional terminal di Pelabuhan Buenaventura, yang merupakan jalur utama ekspor kopi Kolombia, terpaksa dihentikan sementara akibat dampak gempa. Kondisi ini diperparah oleh pemblokiran jalan darat akibat tanah longsor yang turut mengganggu arus distribusi pasokan ke pelabuhan.

Tekanan beli semakin kuat seiring kondisi stok gudang bersertifikat ICE yang terus tertekan. Persediaan kopi arabika yang dipantau oleh bursa ICE terus menyusut hingga menyentuh level terendah dalam 2,5 tahun terakhir. Kondisi ini diperparah oleh keterlambatan panen di Brasil, di mana koperasi kopi terbesar di negara tersebut, Cooxupe, melaporkan bahwa realisasi panen baru mencapai 67,3 persen, jauh tertinggal dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang telah mencapai 74,2 persen akibat dampak kerusakan dari hujan deras tak biasa sebelumnya.

Di pasar domestik, fluktuasi harga global turut memengaruhi harga di tingkat petani. Harga biji kopi arabika asalan di pasar fisik lokal tercatat stabil di kisaran Rp105.000 hingga Rp112.000 per kg tergantung kualitas, sementara harga biji kopi hijau robusta di sentra pengepul tercatat sedikit terkoreksi ke kisaran Rp58.000 per kg.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan ke depan, harga kopi arabika masih berpotensi melanjutkan penguatannya merespons dampak gangguan pasokan dari Kolombia dan keterlambatan panen di Brasil, di tengah kondisi stok fisik global yang semakin menipis di gudang bursa.