(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Selasa sore ini (11/8), nilai tukar rupiah terhadap dollar berakhir terkoreksi, menambah loss dari sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa merangkak naik setelah melemah di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS sore ini terkoreksi 0,42% atau 75 poin ke level Rp 17.830 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.755. Rupiah terpantau terkoreksi dari area 7,5 minggu tertingginya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 17.790 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.845, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp17.830.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa merangkak naik setelah melemah di sesi global sebelumnya, berupaya bangkit dari level 6 minggu terendahnya setelah tertekan data lapangan kerja AS yang menurun dan memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini naik ke 99,86, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 99,80.
Sementara itu, IHSG Selasa di akhir sesi terpantau melemah 97,494 poin (1,53%) ke level 6.267,880, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed di antara investor meragukan perkembangan deal antara AS-Iran dan tidak jelasnya pembukaan Selat Hormuz, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dalam koreksi terbatas.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Eropa beranjak naik. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp18.035 – Rp17.690.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting






