Pasar dalam Koreksi, Menantikan Arah Kebijakan Moneter BI — Domestic Market Outlook, 21-25 September 2026

78
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi domestik pada seminggu berlalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Pasar keuangan di minggu lalu dalam koreksi, antara profit taking dan sentimen negatif pasar global.
  • Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Juli dilaporkan stabil dari bulan sebelumnya.
  • Sentimen global saat ini masih sekitar tensi geopolitik Timur Tengah dan harga mintak mentah dunia, serta arah kenaikan suku bunga global.
  • Data ekonomi yang diperhatikan pasar pekan mendatang ini adalah rilis BI Rate pada hari Rabu yang diperkirakan bias bertahan pada level 5,75%, serta data jumlah uang beredar pada Kamis nanti.

Minggu berikutnya, isyu prospek ekonomi dalam dan luar negeri, akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Domestic Market Review and Outlook 21-25 September 2026.

===

Minggu yang baru lewat IHSG di pasar modal Indonesia terpantau terkoreksi di pekan keduanya ke area 4,5 minggu terendahnya, dipimpin sektor konsumer primer dan properti serta sejumlah saham perbankan besar. Sementara itu, bursa kawasan Asia pada seminggu ini umumnya mixed bias menguat oleh menurunnya harga minyak mentah dunia. Secara mingguan IHSG ditutup melemah cukup signifikan 1,52%, atau 99,218 poin, ke level 6.442,159.

Untuk minggu berikutnya (21-25 September 2026), IHSG kemungkinan akan di rentang konsolidasi dalam bias koreksi, dengan mencermati sentimen bursa regional sepekan depan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level 6.787 dan 7.002. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,373 dan bila tembus ke level 6,230.

 

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan berlalu bergerak terkoreksi dari rally selama 6 minggu sebelumnya, masuk ke sekitar 2,5 minggu terendahnya, di antara penguatan dollar global. Rupiah secara mingguannya berakhir melemah 145 poin atau 0,82% ke level Rp17.740 per USD. Sementara, dollar global konsolidasi di bawah 7 minggu tertingginya di antara sentimen the Fed lebih hawkish setelah menaikkan suku bunganya untuk melawan tekanan inflasi AS yang meningkat.

Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan masih cenderung naik, atau rupiah kemungkinan dalam tekanan koreksi secara bertahap, dalam range antara resistance di level Rp17.830 dan Rp17.870, sementara support di level Rp17.605 dan Rp17.500.

 

Harga obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau stabil secara mingguannya, terlihat dari pergerakan agak flat yields obligasi dan berakhir ke level 7,157%. Sementara yields US Treasury terpantau menguat di pekan ketiganya secara terbatas.

===

 

Bank Indonesia merilis posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Juli 2026 tetap terjaga. Posisi ULN Indonesia pada Juli 2026 tercatat sebesar 454,8 miliar dolar AS, relatif stabil dibandingkan dengan posisi pada Juni 2026 sebesar 454,5 miliar dolar AS. Secara tahunan, ULN Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 4,9 % (yoy).

Perkembangan ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan ULN publik di tengah penurunan ULN swasta.

===

Ke mana pasar segera akan bergerak? Haruskah ambil tindakan sekarang atau “wait and see”? Dunia investasi, harus diakui, diwarnai elemen ketidakpastian. Sewaktu-waktu bisa berubah, lebih cepat dari perubahan di panggung politik sekalipun. Kalau penuh kepastian, ini memang lahan gampang jadi kaya. Kenyataannya pasar bergerak begitu dinamisnya, sepertinya tanpa kepastian. Itu bagaikan jebakan bagi banyak investor, tetapi sebaliknya sebagian investor melihat itu sebagai batu loncatan mendulang untung. “Informasi” menjadi kata kunci di sini untuk melakukan tindakan investasi yang tepat atau pas, sekaligus minimum risiko.

Di sinilah Vibiznews.com dapat membantu para pembacanya karena menyediakan berbagai berita, analisis dan rekomendasi pasar terkini. Tetaplah bersama kami, kiranya Anda terbantu dalam pengambilan keputusan investasi. Terima kasih telah setia bersama kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting