(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin siang ini (21/9), terpantau melemah 17,647 poin (0,27%) ke level 6.423,512 setelah dibuka naik ke level 6.446.896.
IHSG bergerak dalam koreksi hari kedua ke level 3,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias menguat di tengah harga minyak dunia yang kembali turun walau masih di atas $100 per barrel, serta mencermati Wall Street yang di akhir pekan bias melemah secara terbatas.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,34% atau 60 poin ke level Rp 17.800, dengan dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah melemah perlahan 2 hari di sesi global sebelumnya, menghampiri kembali area 7 minggu tertingginya setelah rehat oleh turunnya harga minyak mentah dunia.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.740, serta terpantau dalam tren bearish 7 hari terakhir ke level 4,5 minggu terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau menguat 5,737 poin (0,09%) ke level 6.446.896. Sedangkan indeks LQ45 naik 0,490 poin (0,08%) ke level 640,740. Siang ini melemah 17,647 poin (0,27%) ke level 6.423,512. Sementara LQ45 terlihat turun 2,760 poin (0,43%) poin ke level 637,490.
Tercatat saat ini 329 saham naik, 291 saham turun dan 168 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau bias menguat, di antaranya Nikkei yang naik 1,38%, dan Hang Seng yang menanjak 0,57%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi ke level 3,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias menguat di tengah harga minyak dunia yang menurun, serta mencermati Wall Street akhir pekan yang bias melemah terbatas.
Berikutnya IHSG kemungkinan masih di zona merah secara terbatas, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di 6.787 dan 7.002. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,373 dan bila tembus ke level 6,230.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group





