Rekor Wall Street Untuk Nasdaq dan S&P500 Terkoreksi oleh Aksi Ambil Untung

73
wall street

(Vibiznews – Index) – Mayoritas saham Wall Street alami koreksi harga oleh aksi ambil untung pada perdagangan yang berakhir Jumat dinihari (24/4/2026) di tengah lonjakan harga minyak mentah.

Nasdaq dan S&P500 mundur dari posisi rekor penutupan tertinggi, Dow Jones terkoreksi dari tertinggi 2 bulan.  Nasdaq merosot  0,9% menjadi 24.438,50, S&P 500 turun  0,4%menjadi 7.108,40 dan Dow Jones  turun 0,4% menjadi 49.310,32.

Penurunan tajam saham IBM Corp. (IBM) juga membebani pasar, dengan raksasa teknologi tersebut anjlok sebesar 8,3%. Penurunan saham IBM terjadi setelah perusahaan melaporkan pendapatan kuartal pertama yang lebih baik dari perkiraan tetapi gagal menaikkan proyeksi pendapatan setahun penuh.

Raksasa industri Honeywell (HON) juga berada di bawah tekanan setelah melaporkan pendapatan kuartal pertama yang melebihi perkiraan tetapi memperkirakan pendapatan kuartal kedua yang lebih lemah dari perkiraan.

Harga minyak mentah yang  naik hampir 4% memberikan sentimen negatif bagi investor untuk melakukan aksi ambil untung. Harga minyak mentah melonjak setelah laporan dari N12 Israel mengklaim bahwa ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf telah mengundurkan diri dari tim negosiasi negara tersebut karena campur tangan dari Garda Revolusi.

Kekhawatiran tentang peningkatan kembali perang AS-Iran juga membebani pasar setelah Presiden Donald Trump mengatakan dia telah memerintahkan Angkatan Laut untuk  menembak  kapal apa pun yang memasang ranjau di perairan Selat Hormuz.

Secara sektoral, saham perangkat lunak memimpin pelemahan dengan Dow Jones U.S. Software Index anjlok 5%. Salah   membantu memimpin penurunan sektor ini, merosot 17,8%.

Pelemahan yang cukup besar juga muncul di antara saham-saham perangkat keras dengan NYSE Arca Computer Hardware Index anjlok  2,9%.