(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS berakhir turun pada hari Jumat terpicu penguatan pasar saham terpicu rencana pembicaraan putaran kedua AS dan Iran.
Indeks dolar AS ditutup turun 0,29% pada 98,53.
Penguatan saham pada hari Jumat mengurangi permintaan likuiditas untuk dolar AS.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi diperkirakan akan tiba di Pakistan pada Jumat malam untuk kemungkinan putaran kedua perundingan antara AS dan Iran.
Penurunan harga minyak mentah pada hari Jumat juga menurunkan ekspektasi inflasi, faktor dovish untuk kebijakan Fed, dan faktor negatif bagi dolar AS.
Namun penurunan Dolar AS dibatasi setelah indeks sentimen konsumen AS April Universitas Michigan direvisi lebih tinggi dari yang diperkirakan.
Indeks sentimen konsumen AS April dari Universitas Michigan direvisi naik sebesar +2,2 menjadi 49,8, lebih kuat dari ekspektasi 48,5.
Ekspektasi inflasi 1 tahun April dari Universitas Michigan direvisi turun sebesar -0,1 menjadi 4,7% dari 4,8%. Ekspektasi inflasi 5-10 tahun April direvisi naik sebesar +0,1 menjadi level tertinggi 6 bulan sebesar 3,5% dari 3,4%.
Pasar swap memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga +25 basis poin pada pertemuan FOMC 28-29 April sebesar 1%, dengan peluang 1%.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS akan mencermati hasil pertemuan putaran kedua AS-Iran, yang jika tidak mendapatkan kesepakatan, akan meningkatkan permintaan safe haven dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 98,58-98,33. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 98,99-99,15.



