(Vibiznews-Forex) – Posisi yen Jepang dalam pair USDJPY berbalik arah dari kisaran tertinggi 2 bulan lebih pada perdagangan forex sesi Eropa hari Rabu (6/5/2026) setelah rally sejak sesi Asia seiring meningkatnya tanda-tanda de-eskalasi di Timur Tengah.
Pihak Amerika Serikat menegaskan kembali gencatan senjata, mengkonfirmasi bahwa operasi ofensif terhadap Iran telah berakhir, dan untuk sementara menghentikan upaya untuk membantu kapal-kapal yang terdampar yang meninggalkan Selat Hormuz untuk memberi waktu bagi potensi pembicaraan ulang dengan Teheran.
Yen tetap sangat sensitif terhadap perkembangan di Timur Tengah karena ketergantungan Jepang yang besar pada impor minyak dari Teluk.
Pada saat yang sama, investor tetap waspada terhadap kemungkinan intervensi resmi dari pemerintah setelah dugaan intervensi oleh otoritas Jepang pekan lalu. Perkiraan menunjukkan pemerintah Jepang mungkin telah mengerahkan sekitar $35 miliar untuk menstabilkan yen, meskipun para pejabat belum mengkonfirmasi intervensi apa pun.
Namun demikian, penurunan yen baru-baru ini menunjukkan kurangnya tindakan lanjutan dari para pembuat kebijakan.
Secara teknikal pair USDJPY yang sudah tertekan hingga menembus 3 posisi support hariannya bergerak naik kembali ke support lemahnya, dan menurut analyst Vibiz Research Center laju pair akan tertahan.
Pair kini berada di posisi 156,50 dan sedang naik kembali ke posisi 157.70, jika tembus mendaki ke kisaran resisten kuatnya di posisi R1.
Namun jika pair tidak menembus 157.70, berpotensi berbalik turun kembali menuju posisi terendah 155,02, jika tembus meluncur ke support lanjutan di kisaran 154.45 – 152.90.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 158.98 | 158.46 | 158.15 | 157.62 | 157.32 | 156.78 | 156.48 |



