(Vibiznews-Forex) – Aussie dolar dalam pair AUDUSD bergerak rally di kisaran tertinggi baru dalam empat tahun pada perdagangan forex sesi Asia hari Kamis (7/5/2026) karena meningkatnya ekspektasi kesepakatan perdamaian Timur Tengah.
Namun pair sempat terkoreksi beberapa saat oleh data perdagangan Australia yang mengecewakan sentimen pasar. Australia secara tak terduga mencatat defisit perdagangan barang sebesar AUD1,84 miliar pada bulan Maret, yang pertama dalam lebih dari 8 tahun.
Defisit tersebut karena impor peralatan komputasi pusat data melonjak, sementara pengiriman bahan bakar juga meningkat karena harga yang lebih tinggi akibat konflik Iran.
Dari sisi dolar AS, berada di bawah tekanan setelah laporan bahwa AS dan Iran bergerak menuju pengakhiran konflik secara resmi, berpotensi membuka kembali Selat Hormuz dan membuka jalan bagi pembicaraan nuklir lebih lanjut.
Dolar Australia juga terus diuntungkan dari kenaikan suku bunga minggu ini dari Reserve Bank of Australia, yang menaikkan suku bunga acuan menjadi 4,35%. Pasar sekarang hanya melihat peluang 20% untuk kenaikan suku bunga lagi pada bulan Juni setelah tiga kali kenaikan suku bunga tahun ini, sementara kenaikan lebih lanjut menuju 4,60% pada bulan September tetap sepenuhnya diperhitungkan.
Secara teknikal pair yang sudah menembus 2 posisi resisten hariannya dan berusaha naik ke resisten lemahnya, menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD akan rally menuju resisten selanjutnya.
Kini pair berada di 0.7248 yang naik menuju posisi 0.7260 dan jika tembus akan berlanjut ke posisi resisten kuatnya di R1.
Namun jika tidak sampai ke 0.7260, pair berpotensi turun menuju posisi 0.7227 dan jika tembus lanjut ke support kuatnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0,7386 | 0,7330 | 0,7283 | 0,7228 | 0,7180 | 0,7126 | 0,7077 |



