(Vibiznews-Forex) – Posisi yen Jepang dalam pair USDJPY konsolidasi di kisaran tertinggi 2 bulan lebih pada awal perdagangan forex sesi Eropa hari Kamis (7/5/2026) setelah sempat bergerak lebih kuat.
Pergerakan kuat di sesi Asia sebagian besar dikaitkan dengan dugaan intervensi dari pemerintah Jepang. Kementerian Keuangan belum mengkonfirmasi tindakan resmi apa pun di pasar valuta asing, meskipun Menteri Keuangan Satsuki Katayama baru-baru ini memperingatkan tentang langkah-langkah tegas terhadap perdagangan spekulatif, membuat pihak berwenang tetap waspada selama liburan Golden Week.
Yen awalnya melonjak hingga 3% pada 30 April menjelang periode liburan, sebelum mereda di tengah kurangnya tindak lanjut kebijakan yang berkelanjutan.
Dari sisi dolar AS, yen mendapat dukungan dari ekspektasi potensi kesepakatan AS-Iran untuk mengakhiri perang mengurangi permintaan safe-haven untuk dolar AS.
Secara teknikal pair USDJPY yang sudah fluktuatif sejak sesi Asia bergerak turun ke area support dan menurut analyst Vibiz Research Center pair akan menuju support berikutnya.
Pair kini berada di posisi 156,35 dan sedang tertekan ke posisi 156.00, jika tembus meluncur ke support kuatnya di S1.
Namun jika pair tidak menembus 156.00, berpotensi berbalik naik kembali menuju posisi 156,51, jika tembus mendaki ke kisaran resisten kuatnya di posisi R1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 160.78 | 159.36 | 157.85 | 156.43 | 154.92 | 153.53 | 152.02 |



