(Vibiznews-Forex) – Posisi yen Jepang dalam pair USDJPY jatuh untuk sesi ketiga berturut-turut pada akhir perdagangan forex sesi Asia hari Rabu (13/5/2026) karena penguatan dolar AS merespon data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan dan memperkuat ekspektasi akan kebijakan Federal Reserve yang lebih ketat.
Selain itu ringkasan opini dari pertemuan Bank Sentral Jepang (BOJ) bulan April menunjukkan para pembuat kebijakan membahas kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan sesegera mungkin pada pertemuan berikutnya, dengan kenaikan harga minyak menambah kekhawatiran inflasi.
OECD juga memproyeksikan bahwa suku bunga kebijakan BOJ dapat mencapai 2% pada akhir tahun 2027.
Sementara itu, para pelaku pasar mata uang tetap waspada terhadap potensi intervensi setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan bahwa baik AS maupun Jepang memandang volatilitas mata uang yang berlebihan sebagai hal yang tidak diinginkan, pernyataan yang ditafsirkan sebagai dukungan terhadap upaya Tokyo baru-baru ini untuk menstabilkan yen.
Secara teknikal pair USDJPY naik mendekati posisi resisten kuat hariannya dan menurut analyst Vibiz Research Center pair akan berlanjut ke resisten berikutnya.
Pair kini berada di posisi 157,70 dan sedang naik ke posisi 157.90, jika tembus mendaki ke kisaran resisten lemahnya di posisi R2.
Namun jika pair tidak menembus 157.84, berpotensi berbalik turun kembali menuju posisi terendah 157,51, jika tembus meluncur ke 157,35 sebelum ke support kuatnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 158.89 | 158.37 | 157.97 | 157.35 | 156.695 | 156.35 | 155.94 |



