(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Rabu siang ini (20/5), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau rebound sempit, memangkas loss dari sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Asia merangkak naik setelah menguat di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS siang ini menguat terbatas 0,03% atau 5 poin ke level Rp 17.695 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.700. Rupiah terpantau menguat tipis dekat dengan area rekor terendah sebelumnya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 17.712 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.714, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp 17.695.
Menguatnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah menguat di sesi global sebelumnya; rally di sekitar 6 minggu tertingginya oleh kekhawatiran investor atas meningkatnya inflasi AS dan ketidakpastian dalam negosiasi AS-Iran.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini naik ke 99,37, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 99,30.
Sementara itu, IHSG Rabu di akhir sesi pertama terpantau melemah 38,500 poin (0,60%) ke level 6.332,179, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya bias melemah di tengah kekhawatiran investor atas melajunya yield obligasi Pemerintah AS dan masih panasnya tensi konflik AS-Iran, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam lanjut dalam koreksi.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini melemah, dengan dollar di pasar Asia beranjak naik, Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp17.729 – Rp17.458.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



