(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD menghentikan penurunan koreksi hari sebelumnya dari sekitar puncak hampir dua pekan pada perdagangan forex Eropa hari Rabu (27/5/2026), meskipun potensi kenaikan tampaknya terbatas di tengah meningkatnya ketegangan AS-Iran.
Serangan AS terbaru terhadap Iran merusak harapan akan kesepakatan yang akan segera terjadi untuk mengakhiri konflik Timur Tengah yang telah berlangsung selama 3 bulan.
Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk serangan AS sebagai pelanggaran gencatan senjata yang telah berlaku sejak awal April. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengancam akan membalas, sehingga premi risiko geopolitik tetap berlaku.
Sementara itu dari pihak dolar AS, mendapat dorongan dari ekspektasi agresif Federal Reserve AS (Fed) hingga menekan pair GBPUSD.
Terlepas dari kebuntuan tersebut, investor tetap optimis tentang kemajuan sementara dalam pembicaraan diplomatik AS-Iran. Hal ini meredakan kekhawatiran akan gangguan pasokan energi yang parah dan memicu penurunan harga minyak mentah.
Tekanan bagi poundsterling juga datang dari penundaan ekspektasi waktu kenaikan suku bunga berikutnya oleh Bank of England (BoE) setelah data Inflasi Harga Konsumen (CPI) Inggris secara tak terduga melambat menjadi 2,8% YoY pada bulan Apri.
Selain itu, kekacauan politik di Inggris dan meningkatnya seruan agar Perdana Menteri Keir Starmer mundur memerlukan kehati-hatian sebelum mengambil posisi untuk pergerakan apresiasi lebih lanjut pada pasangan GBPUSD.
Secara teknikal, pair bergerak menuju area resisten dan menurut analyst Vibiz Research Center berpotensi lanjut ke posisi resisten selanjutnya.
Kini pair berada di posisi 1.3448 yang berusaha mendaki ke posisi 1.3460, jika tembus berpotensi lanjut ke resisten kuatnya di 1,3488.
Namun jika tidak sampai tembus 1.3470 akan turun kembali menuju 1.3436, jika tembus bergerak ke 1.3417 sebelum ke support lemahnya di S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3566 | 1,3532 | 1,3488 | 1.3460 | 1.3417 | 1.3390 | 1.3347 |



