(Vibiznews-Forex) – Posisi yen Jepang dalam pair USDJPY konsolidasi di kisaran terendah dalam hampir 4 pekan pada perdagangan forex sesi Asia hari Rabu (27/5/2026) di tengah fluktuatifnya dolar AS secara indeks.
Yen bergerak konsolidasi dengan bias positif oleh spekulasi bahwa otoritas Jepang akan kembali turun tangan untuk memberikan dukungan bagi Yen Jepang terhadap dolar AS.
Gubernur Bank Sentral Jepang (BoJ) Kazuo Ueda mengatakan pada hari Rabu bahwa konflik Timur Tengah saat ini merupakan guncangan minyak besar kelima bagi Jepang, memperingatkan bahwa kondisi awal, termasuk upah, ekspektasi, dan nilai tukar, akan menentukan apakah hal itu bersifat sementara atau berkelanjutan.
Sementara itu, Wakil Gubernur BOJ Ryozo Himino menegaskan kembali bahwa bank sentral tetap berkomitmen untuk menaikkan suku bunga tambahan, sambil menekankan bahwa waktu dan kecepatannya akan bergantung pada bagaimana konflik Timur Tengah memengaruhi ekonomi dan prospek inflasi Jepang
Investor tetap waspada terhadap intervensi mata uang lebih lanjut karena adanya peringatan bahwa posisi short spekulatif akan terus dipantau secara ketat.
Menteri Keuangan Satsuki Katayama mengatakan bahwa Jepang siap bertindak melawan volatilitas nilai tukar yang berlebihan kapan saja, sambil memastikan bahwa intervensi apa pun dilakukan dengan cara yang menghindari kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Secara teknikal pair USDJPY bergerak konsolidasi dengan bias negatif dan menurut analyst Vibiz Research Center pair akan dapat menembus support kuatnya.
Pair kini berada di posisi 159,02 dan sedang turun menuju posisi 158,90, jika tembus meluncur ke 158,70 sebelum ke support lemahnya di S2.
Namun jika pair tidak menembus 158.70, berpotensi berbalik naik ke posisi 159.30 , jika tembus mendaki ke kisaran 159,44 dan lanjut ke resisten lemahnya di posisi R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 160.05 | 159.75 | 159.48 | 159.14 | 158.90 | 158.58 | 158.35 |



