(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS berakhir naik pada hari Rabu, terdukung kenaikan harga minyak dan penguatan data tenaga kerja dan ekonomi.
Indeks dolar AS ditutup naik 0,15% pada 99,44.
Dolar AS menguat didukung oleh kenaikan harga minyak mentah WTI sebesar +2%, yang meningkatkan ekspektasi inflasi dan dapat mendorong The Fed untuk memperketat kebijakan moneter.
Kenaikan dolar AS meningkat, terdorong data tenaga kerja dan ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan, yaitu data ketenagakerjaan ADP Mei, indeks jasa ISM Mei, dan pesanan pabrik April, yang mengindikasikan kebijakan Fed yang ketat.
Perubahan lapangan kerja ADP AS pada Mei naik 122.000, sedikit lebih kuat dari ekspektasi 120.000 dan merupakan peningkatan terbesar dalam 16 bulan.
Indeks jasa ISM AS pada Mei naik +0,9 menjadi 54,5, lebih kuat dari ekspektasi 53,8.
Pesanan pabrik AS pada April naik +4,8% m/m, lebih kuat dari ekspektasi +4,6% m/m dan merupakan peningkatan terbesar dalam 11 bulan.
Selain itu, peningkatan ketegangan di Timur Tengah meningkatkan permintaan dolar sebagai aset safe-haven setelah pasukan AS mencegat rudal balistik dan drone Iran yang diarahkan ke negara-negara tetangga dan menyerang pusat komando Iran sebagai tanggapan.
Dolar mencapai level tertingginya pada Rabu sore karena laporan Beige Book The Fed yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang sedikit hingga moderat di sebagian besar distrik Fed hingga 27 Mei, dengan sedikit perubahan pada lapangan kerja dan sebagian besar dari 12 distrik Fed melaporkan inflasi yang lebih tinggi daripada laporan sebelumnya.
Pasar swap memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar +25 basis poin pada pertemuan FOMC berikutnya pada 16-17 Juni sebesar 3%.
Malam nanti akan dirilis data Initial Jobless Claim AS minggu lalu yang diindikasikan menurun.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak naik dengan ketegangan AS-Iran dan negara-negara di Timur Tengah yang berlangsung, meningkatkan permintaan safe haven. Namun jika harga minyak berbalik turun, akan dapat menekan dolar AS. Namun jika malam nanti data Initial Jobless Claim AS terealisir turun, akan menguatkan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 99,24-99,03. Namun jika naik, bergerak dalam kisaran Resistance 99,60-99,75.



