IHSG Jumat Ditutup Amblas 4,2% ke Level 5.595; Terendah sejak November 2020

90

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Jumat sore ini (5/6), terpantau amblas 245,020 poin (4,20%) ke level 5.594,765 setelah dibuka turun ke level 5.807.208.

IHSG bergerak lanjut bearish ke sekitar 5,5 tahun terendahnya, terendah sejak November 2020, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya bias melemah dengan koreksi pada saham sektor teknologi di tengah rapuhnya perundingan gencatan senjata AS-Iran, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dengan bias gain, berbalik dari koreksi signifikan sebelumnya.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat terbatas 0,03% atau 5 poin ke level Rp 18.015, dengan dollar AS di pasar uang Eropa agak terkoreksi setelah melemah di sesi global sebelumnya; menurun terbatas didorong naiknya permintaan aset berisiko dan menahan dollar sebagai safe haven.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 18.020, serta terpantau masih dekat dengan rekor penutupan terendah kemarin, mencatat bearish selama 10 minggu.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 32,577 poin (0,56%) ke level 5.807.208. Sedangkan indeks LQ45 turun 1,380 poin (0,24%) ke level 579,540. Siang ini IHSG merosot 147,628 poin (2,53%) ke level 5.692,157. Sementara LQ45 terlihat turun 2,46% atau 14,290 poin ke level 566,630.

IHSG kemudian semakin tertekan ke oversold area dan ditutup merosot 245,020 poin (4,20%) ke level 5.594,765. Sementara LQ45 terlihat turun 3,99% atau 23,170 poin ke level 557,750. Tercatat saat ini sebanyak 108 saham naik, 626 saham turun dan 81 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau bias melemah, di antaranya Nikkei yang turun 1,31%, dan Hang Seng yang merosot 1,15%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini berlanjut bearish di sekitar 5,5 tahun terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya bias melemah dengan koreksi pada saham sektor teknologi, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dengan bias gain.

Berikutnya IHSG kemungkinan berupaya bangkit sementara dari oversold-nya namun tetap bearish, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.286 dan 6.459. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5,594 dan bila tembus ke level 5,462.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group