Harga Minyak Mentah Akhir Pekan Ditutup Merosot Seiring Harapan Kesepakatan AS-Iran

53

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berakhir merosot pada akhir pekan hari Jumat terpicu harapan perjanjian perdamaian sementara AS-Iran untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS berakhir merosot 3,23% pada $84,88 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent berakhir merosot 3,37% pada $87,33 per barel

Negosiasi kemudian akan dimulai pada isu-isu yang lebih sulit, seperti sanksi terhadap Iran, pelepasan aset Iran yang dibekukan senilai $24 miliar, dan penyelesaian masalah nuklir Iran. Namun, Iran mengatakan para pemimpinnya masih perlu membuat keputusan akhir tentang kesepakatan perdamaian sementara yang diusulkan.

Harga minyak turun tajam mulai hari Kamis setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan serangan militer yang direncanakan terhadap Iran, dengan alasan diskusi dengan kepemimpinan Iran. Ia menambahkan bahwa waktu dan tempat penandatanganan kesepakatan untuk mengakhiri perang akan segera diumumkan.

Harga minyak mentah juga tertekan oleh klaim peningkatan aliran minyak melalui Selat Hormuz. Presiden Trump mengatakan militer AS telah mendukung perjalanan lebih dari 200 kapal komersial melalui Selat Hormuz, yang menghasilkan lebih dari 100 juta barel minyak yang sampai ke pasar.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak turun dengan harapan kesepakatan perdamaian AS-Iran dan harapan dibukanya kembali selat Hormuz. Harga minyak berjangka WTI AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $82,98-$81,07. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $87,01-$89,13.