(Vibiznews – Forex) – Posisi mata uang yen Jepang kembali berada di atas kisaran penting 160,00 pada perdagangan sesi Eropa hari Senin (15/6/2026) setelah sempat naik ke posisi tertinggi awal Juni.
Yen Jepang sempat melonjak tinggi oleh posisi pelemahan dolar AS di tengah perdagangan carry trade yang terus berlanjut, di mana investor meminjam dengan menggunakan yen yang berimbal hasil rendah dan berinvestasi dalam mata uang lain.
Pergerakan ini mencerminkan kesenjangan suku bunga yang berkelanjutan antara Jepang dan AS, yang telah mengalahkan upaya Bank Sentral Jepang untuk secara bertahap memperketat kebijakan dan intervensi mata uang berulang kali oleh Tokyo.
Meskipun demikian, Bank Sentral Jepang secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga minggu ini dalam upaya untuk menahan inflasi dan menstabilkan mata uang.
Sementara itu, lonjakan yen di sesi Asia juga mendapat dukungan setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan damai untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Harga minyak kemudian turun ke level terendah dua bulan, meredakan tekanan inflasi dan mengurangi biaya impor untuk ekonomi yang bergantung pada energi seperti Jepang.
Secara teknikal, pair USDJPY bergerak aktif dalam rentang harian (intraday range) antara level terendah 159,69 hingga level tertinggi 160,22. Kini pair berosilasi di sekitar level psikologis penting 160,00, yang menjadi tarik menarik sentimen bullish dan bearish.
- Skenario Naik: Jika USDJPY mampu menembus 160,22, target kenaikan berikutnya akan menguji 160,43. Jika tembus akan mencoba menembus targat psikologis di 160.90.
- Skenario Turun: Jika pair tertahan dibawah 160,43, USDJPY akan terkoreksi menuju 159,92. Jika tekanan berlanjut berpotensi meluncur ke kisaran 159,69 sebelum menuju 159,50.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 161,94 | 161,65 | 160,43 | 160,14 | 159,92 | 159,64 | 159,42 |








