Forex USDJPY 18 Juni 2026: Konsolidasi di Atas 160.60, Waspadai Intervensi Pemerintah Jepang

81
BOJ

(Vibiznews – Forex) – Posisi mata uang yen Jepang  bergerak dalam konsolidasi ketat pada perdagangan sesi Eropa hari Kamis (18/06/2026) setelah dibuka pada kisaran terendah dalam 11 bulan.

Meskipun Dolar AS masih mendapatkan dukungan dari prospek suku bunga hawkish Federal Reserve, penguatan USDJPY tertahan oleh aksi wait and see para pelaku pasar yang sangat mewaspadai potensi intervensi mata uang secara mendadak oleh Kementerian Keuangan Jepang (MoF) dan Bank of Japan (BoJ).

Yen kini telah menghapus semua keuntungan yang tercatat pada 30 April, ketika Tokyo melakukan intervensi yang memecahkan rekor untuk menstabilkan nilai tukar.

Penurunan terbaru terjadi meskipun Bank Sentral Jepang secara bertahap memperketat kebijakan, termasuk kenaikan suku bunga 25 basis poin menjadi 1% awal pekan ini yang bertujuan untuk melawan guncangan inflasi yang didorong oleh energi yang terkait dengan konflik Timur Tengah.

Yen tetap berada di bawah tekanan karena dolar AS menguat setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga tidak berubah sambil memberi sinyal dukungan yang meningkat untuk kenaikan suku bunga akhir tahun ini.

Sementara itu, Presiden Donald Trump menandatangani perjanjian sementara untuk mengakhiri perang dengan Iran dan membuka kembali Selat Hormuz.

Berita ini meredakan kekhawatiran atas ekonomi Jepang, yang sangat bergantung pada impor energi dari Timur Tengah.

Secara teknikal, pair USDJPY konsolidasi diatas posisi pembukaan dan berusaha turun kebawah pivotnya.

Kini pair berada di 160,66 dan berusaha turun ke 160,50, jika tembus akan menguji posisi support di 160.30 sebelum menuju posisi S1.

Namun jika pair USDJPY tertahan cukup lama diatas 160.60 akan kembali mendaki  menuju 160,78. Jika  berlanjut berpotensi menguji resisten kuat  160,90 di R1, kenaikan berikutnya mencoba kisaran psikologis  161.00.

R3 R2 R1 Pivot S1 S2 S3
161,58 161,18 160,90 160,50 160,22 159,82 159,54