(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS bergerak naik pada hari Rabu, terdukung terdukung data penjualan ritel Mei dan penjualan rumah tertunda Mei. Dolar melesat ke level tertingginya setelah The Fed memproyeksikan kenaikan suku bunga di akhir tahun ini.
Indeks dolar AS ditutup naik 0,80% pada 100,35.
Penjualan ritel AS Mei naik +0,9% m/m, lebih kuat dari perkiraan +0,6% m/m. Selain itu, penjualan ritel Mei di luar otomotif naik +0,8% m/m, lebih kuat dari perkiraan +0,6% m/m.
Penjualan rumah tertunda AS Mei naik +3,8% m/m, lebih kuat dari perkiraan +0,9% m/m dan merupakan peningkatan terbesar dalam 20 bulan.
FOMC, seperti yang diperkirakan, dengan suara bulat memutuskan untuk mempertahankan target suku bunga dana federal tidak berubah pada 3,50%-3,75%, dan menghapus ketentuan tentang potensi penyesuaian tambahan terhadap suku bunga serta menyatakan “komite akan memberikan stabilitas harga.”
Grafik proyeksi suku bunga FOMC menunjukkan bahwa komite tersebut menaikkan proyeksi suku bunga dana federal menjadi 3,750% pada akhir tahun 2026, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,375%, yang menyiratkan setidaknya satu kenaikan suku bunga lagi sebesar 25 basis poin tahun ini. Sembilan dari 18 peserta FOMC memperkirakan setidaknya satu kenaikan suku bunga lagi tahun ini, dengan enam di antaranya memperkirakan setidaknya dua kenaikan.
The Fed memangkas proyeksi PDB AS tahun 2026 menjadi 2,2% dari 2,4% pada bulan Maret dan meningkatkan proyeksi PCE inti tahun 2026 menjadi 3,3% dari 2,7%.
Ketua Fed Kevin Warsh mengatakan ia akan membentuk gugus tugas untuk memeriksa fungsi bank sentral, termasuk komunikasi, neraca, ketergantungan pada sumber data yang ada, produktivitas dan lapangan kerja, serta kerangka kerja inflasi The Fed.
Pasar swap memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar +25 basis poin pada pertemuan FOMC berikutnya pada 28-29 Juli sebesar 34%.
Malam nanti akan dirilis data Initial Jobless Claim AS yang diindikasikan menurun.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak naik dengan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed di akhir tahun. Juga jika data Initial Jobless Claim terealisir naik, akan meguatkan dolar AS. Namun rencana penandatanganan kesepakatan AS-Iran akan dapat menurunkan permintaan safe haven dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 99,77-99,20. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 100,64-100,94.








