(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro berakhir turun pada hari Rabu, tertekan penguatan dolar AS.
Pasangan mata uang EUR/USD berakhir turun 0,92% pada 1.1502
Euro turun tertekan oleh penguatan dolar AS.
Selain itu, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Jerman (Bund) 10 tahun pada hari Rabu ke level terendah 1,75 bulan di 2,914% melemahkan perbedaan suku bunga euro dan berdampak negatif bagi euro.
Namun penurunan Euro dikurangi revisi ke atas pada Indeks Harga Konsumen (CPI) inti Zona Euro Mei, faktor hawkish untuk kebijakan ECB.
CPI inti Zona Euro Mei direvisi naik menjadi 2,6% y/y dari yang dilaporkan sebelumnya sebesar 2,5% y/y, laju peningkatan terkuat dalam 13 bulan.
Selain itu, komentar hawkish pada hari Rabu dari anggota Dewan Gubernur Gediminas Simkus mendukung euro, karena ia mengatakan bahwa setidaknya satu kenaikan suku bunga lagi dari ECB kemungkinan besar akan terjadi.
Pasar memperkirakan peluang +16% untuk kenaikan suku bunga +25 basis poin oleh ECB pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 23 Juli.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, pasangan mata uang EUR/USD dapat bergerak naik, terpicu pelemahan harga minyak dan dolar AS menjelang penandatanganan kesepakatan damai AS-Iran. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1448-1.1393. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1587-1.1671.








