(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Kamis sore ini (18/6), nilai tukar rupiah terhadap dollar ditutup melemah, menambah loss dari sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Eropa menanjak setelah melaju di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS sore ini menguat 0,17% atau 30 poin ke level Rp 17.700 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.695. Rupiah terpantau kembali menguat ke hampir sebulan tertingginya, setelah Bank Indonesia menaikkan BI Rate 25 bps ke level 5,75%.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 17.748 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.825, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp 17.700.
Menguatnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa menanjak setelah melaju di sesi global sebelumnya; rally ke sekitar 11 minggu tertingginya setelah the Fed mempertahankan suku bunga dan cenderung hawkish ke depannya.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini naik ke 100,62, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 100,38.
Sementara itu, IHSG Kamis di akhir sesi terpantau melemah 48,340 poin (0,78%) ke level 6.172,340, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed setelah the Fed yang mempertahankan suku bunganya namun ada indikasi kenaikan bunga ke depannya di akhir 2026, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam kompak dalam koreksi.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini melemah, dengan dollar di pasar Eropa beranjak naik, Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp17.995 – Rp17.650.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting






