IHSG Kamis Ditutup Melemah 0,8% ke Level 6.172; Profit Taking Sementara, Regional Berakhir Mixed

92
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Kamis sore ini (18/6), terpantau melemah 48,340 poin (0,78%) ke level 6.172,340 setelah dibuka turun ke level 6.191.891.

IHSG bergerak terkoreksi profit taking di hari keduanya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed setelah the Fed yang mempertahankan suku bunganya namun ada indikasi kenaikan bunga ke depannya di akhir 2026, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam kompak dalam koreksi.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini berbalik menguat 0,17% atau 30 poin ke level Rp 17.700, dengan dollar AS di pasar uang Eropa menanjak setelah melaju di sesi global sebelumnya; rally ke sekitar 11 minggu tertingginya setelah the Fed mempertahankan suku bunga dan cenderung hawkish ke depannya.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.730, serta terpantau kembali menguat ke hampir sebulan tertingginya, setelah Bank Indonesia menaikkan BI Rate 25 bps ke level 5,75%.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 28,849 poin (0,46%) ke level 6.191.891. Sedangkan indeks LQ45 turun 5,280 poin (0,84%) ke level 619,950. Siang ini IHSG melemah 65,816 poin (1,06%) ke level 6.154,924. Sementara LQ45 terlihat turun 1,66% atau 10,380 poin ke level 614,850.

IHSG kemudian naik terbatas di zona merah dan ditutup melemah 48,340 poin (0,78%) ke level 6.172,340. Sementara LQ45 terlihat turun 1,17% atau 10,670 poin ke level 614,560. Tercatat saat ini sebanyak 258 saham naik, 419 saham turun dan 137 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang menanjak 1,65%, dan Hang Seng yang turun 1,59%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi di hari keduanya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed setelah the Fed yang mempertahankan suku bunganya namun ada indikasi kenaikan bunga ke depannya di akhir 2026, serta mencermati Wall Street yang berakhir dalam koreksi.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan konsolidasi dengan bias negatif, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.460 dan 6.631. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5,677 dan bila tembus ke level 5,371.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group