Arah Pergerakan Saham Wall Street dan Bursa Eropa Periode 22-26 Juni 2026

98

(Vibiznews – Index) – Pergerakan bursa saham global untuk saham Wall Street dan bursa Eropa dalam perdagangan pekan ini (22 – 26 Juni 2026) diperkirakan  dalam kisaran konsolidasi cenderung tertahan.

Meskipun ada sentimen positif dari pelonggaran ketegangan geopolitik, pasar saham akan dibayangi oleh ekspektasi kebijakan suku bunga ketat yang bertahan lebih lama,

1. Bursa Saham Wall Street (Amerika Serikat)

  • Proyeksi: Konsolidasi Melemah / Tertahan
  • Analisis Pergerakan: Investor di AS cenderung ragu menjelang rilis data PCE Inti (Personal Consumption Expenditures) bulan Mei. Mengingat proyeksi PCE akan naik ke 0,3% MoM dan The Fed baru saja menurunkan perkiraan inflasi untuk tahun 2026, ruang bagi pemangkasan suku bunga tahun ini semakin sempit.
  • Saham-saham sektor teknologi dan suku bunga sensitif akan mengalami tekanan aksi ambil untung (profit Taking). Di sisi lain, rilis hasil uji stress bank (Bank Stress Test) tahun 2026 oleh Federal Reserve akan menjadi penentu volatilitas saham sektor finansial dan perbankan raksasa.

2. Bursa Saham Eropa (Zona Euro, Inggris, Jerman)

  • Proyeksi:Melemah Terbatas
  • Analisis Pergerakan: Sentimen di bursa Eropa ditekan oleh rilis data flash PMI Juni yang menampilkan perlambatan aktivitas manufaktur di Zona Euro serta stagnasi di sektor jasa Inggris.
  • Meskipun indikator domestik Jerman (Ifo dan GfK) meningkat akibat turunnya biaya energi pasca pembukaan Selat Hormuz, pasar saham Eropa secara keseluruhan akan dibatasi oleh pemerintah Inggris pasca pemilu sela Makerfield serta posisi bank sentral Eropa yang dilematis.

 

Secara sektoral, sektor yang diuntungkan dari normalisasi Selat Hormuz (seperti logistik maritim/perkapalan) akan bergerak positif. Sebaliknya, sektor komoditas minyak mentah akan mengalami koreksi akibat berkurangnya pasokan risiko utama.