Dolar AS Senin Naik Terdukung Pelemahan Euro dan Kenaikan Imbal Hasil Treasury AS

95

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS bergerak naik hari Senin, 22 juni 2026, terdukung pelemahan Euro dan imbal hasil Treasury AS yang meningkat.

Indeks dolar AS bergerak naik 0,20% pada 101,04.

Dolar AS bergerak lebih tinggi setelah Euro melemah ketika Presiden ECB Lagarde menolak pengetatan kebijakan moneter tambahan oleh ECB karena perang AS-Iran.

Dolar AS juga memiliki dukungan lanjutan dari Rabu lalu, ketika The Fed memproyeksikan suku bunga yang lebih tinggi akhir tahun ini.

Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi hari ini telah memperkuat perbedaan suku bunga dolar dan mendukung dolar.

Dolar awalnya bergerak lebih rendah karena berkurangnya permintaan aset aman setelah Iran mengatakan telah ada “kemajuan besar” dalam diskusi semalam dengan AS mengenai kesepakatan perdamaian.

Selain itu, penguatan pasar saham hari ini telah mengurangi permintaan likuiditas untuk dolar.

Iran mengatakan telah ada “kemajuan besar” dalam diskusi semalam dengan AS mengenai kesepakatan perdamaian menyusul kesepakatan sementara pekan lalu yang menyebabkan perpanjangan gencatan senjata 60 hari dan pembukaan Selat Hormuz oleh Iran. Pakistan dan Qatar dalam pernyataan bersama hari ini mengatakan bahwa ada “kemajuan yang menggembirakan” dalam pembicaraan dan bahwa AS dan Iran sepakat untuk membentuk “komite tingkat tinggi” untuk mengawasi pembicaraan, serta kelompok kerja yang menangani masalah nuklir dan sanksi terhadap Iran.

Pasar swap memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar +25 basis poin pada pertemuan FOMC berikutnya pada 28-29 Juli sebesar 36%.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak naik terdukung pelemahan Euro dan proyeksi kenaikan suku bunga Fed, juga kenaikan imbal hasil Treasury AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 100,85-100,66. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 101,14-101,24.