(Vibiznews – Forex) – Pelemahan mata uang yen Jepang semakin parah hingga terjun ke kisaran terendah dalam 40 tahun pada perdagangan sesi Eropa hari Senin (22/06/2026) karena intervensi verbal berulang dari pemerintah Tokyo gagal menghentikan penurunan yen.
Yen Jepang melemah di dekat level terendahnya sejak 1986 dan Menteri Keuangan Satsuki Katayama mengatakan pihak berwenang siap mengambil tindakan yang tepat terhadap pergerakan mata uang yang berlebihan kapan saja, mengulangi peringatan sebelumnya.
Yen kini telah kehilangan semua keuntungan yang diperoleh pada 30 April, ketika para pejabat melakukan intervensi pasar dalam jumlah rekor untuk mendukung mata uang tersebut.
Penurunan terbaru terjadi meskipun Bank Sentral Jepang terus melakukan normalisasi kebijakan, termasuk kenaikan suku bunga 25 basis poin menjadi 1% pekan lalu.
Mata uang tersebut juga tetap berada di bawah tekanan dari aktivitas carry-trade yang tinggi, karena investor terus memilih posisi short yen di tengah kesenjangan suku bunga yang masih lebar antara Jepang dan AS.
Secara teknikal, pair USDJPY rally menembus posisi resisten kuat hariannya dan bersiap menguji kisaran 162.00.
Kini pair berada di 161,68 dan berusaha mendaki menuju R2. Jika berlanjut berpotensi menguji resisten 162,00.
Namun jika pair USDJPY tertahan cukup lama dibawah 162.0 akan kembali turun ke 161,19, jika tembus akan menguji posisi support kuat di posisi S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 161,98 | 161,71 | 161,50 | 161,24 | 161,03 | 160,78 | 160,56 |








