(Vibiznews – Index) – Bursa Jepang memperpanjang kerugian dari sesi sebelumnya pada perdagangan hari Rabu (8/7/2026) mengikuti aksi jual di Wall Street yang dipimpin oleh pelemahan baru pada saham-saham semikonduktor.
Indeks harian Nikkei ditutup pada level terendah tiga pekan lebih yang dibebani laporan bahwa DeepSeek China sedang mengembangkan chip AI-nya sendiri.
Investor juga bereaksi terhadap meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan melonjaknya harga minyak setelah AS melancarkan serangan udara baru terhadap Iran menyusul serangan baru-baru ini terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Indeks harian Nikkei turun 2,11% menjadi 66.819, demikian untuk indeks Topix turun 1,37% menjadi 4.006.
Demikian untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan September 2026 anjlok 2,35% pada posisi 66810.
Secara sektoral, saham-saham terkait chip dan AI memimpin penurunan, dengan kerugian tajam dari Taiyo Yuden (-8,5%), Tokyo Electron (-3,1%), Advantest (-4,7%), Fujikura (-4,9%), dan Ibiden Co (-4%).
Saham-saham perusahaan besar di sektor konsumen dan industri juga mengalami penurunan, termasuk Fast Retailing (-0,9%), Toyota Motor (-1,9%) dan Mitsubishi Heavy Industries (-4,7%).








